Pertamina dan PLN Sepakat Bangun Pusat Riset Energi Nasional
TEMPO.CO | 14/11/2020 13:57
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif (tengah), Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini (tengah kiri), Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati usai penandatanganan Head of Agreement (HoA) di Kementerian ESDM Jakarta, Kamis, 27 Februari 20
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif (tengah), Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini (tengah kiri), Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati usai penandatanganan Head of Agreement (HoA) di Kementerian ESDM Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020.

TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) bersinergi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN membangun pusat riset energi untuk membangun ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional. 

Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pembentukan Indonesia Energy and Electricity Institute (IEEI) oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini. Penandatanganan kesepakatan ini juga disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin.

IEEI akan menjadi pusat riset energi mengenai tren teknologi dan perkembangannya. Lembaga ini akan membangun database untuk kegiatan riset dan kajian di bidang kebijakan dengan memperhatikan sumber daya alam Indonesia, serta berperan aktif dalam advokasi di bidang energi hingga level global.

Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin mengatakan pembentukan IEEI merupakan bentuk sinergi BUMN di Indonesia dalam riset bersama yang pertama di sektor energi dan ketenagalistrikan Indonesia. 

"IEEI diharapkan dapat menjadi national thought leader dan regional thought leader yang dapat menjadi basis dan rujukan riset-riset di sektor energi dan ketenagalistrikan dalam hal technical researchpolicy research, serta menjadi global platform energy,” ujar Budi Gunadi.

Lebih jauh, Budi Gunadi menjelaskan, energi telah memberikan dampak yang sangat besar dalam peradaban manusia, sehingga transisi energi juga akan memberikan dampak yang masif pada peradaban manusia. “Dalam transisi ini tentunya ada negara atau perusahaan yang survive dan kalah. Harapan saya Pertamina dan PLN menjadi perusahaan yang survive dalam transisi energi ini,” katanya.

Pertamina dan PLN diharapkan bisa melakukan studi bersama serta mempertajam organisasi yang dibentuk dengan memperhatikan isu-isu terkini di transisi energi dan transformasi serta digitalisasi energi.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati berharap IEEI memberikan lebih banyak pemikiran untuk transisi energi ke depan. “Pandemi Covid-19 telah mengakselerasi transisi energi global sedemikian cepatnya sehingga Pertamina dan PLN sebagai garda terdepan dalam energi harus bergerak bersama untuk menjawab tantangan ini demi mencapai availability, accessibility, sffordability, acceptability, dan sustainability untuk memenuhi kedaulatan energi nasional,” ujarnya.

Di tahap awal, Pertamina dan PLN akan masuk dalam riset dan teknologi, mengingat saat ini RI memiliki sumber daya alam yang melimpah namun terbatas dalam teknologi. “Diharapkan IEEI ini dapat memberikan advokasi untuk pemerintahan kita dan ke depannya dapat menjadi advokasi di dunia internasional,” imbuh Nicke.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyebutkan bahwa pembentukan IEEI merupakan terobosan strategis bagi PLN dan Pertamina. Nantinya, IEEI dapat berkontribusi bagi pengembangan sektor kelistrikan dan energi di Indonesia.

“IEEI diharapkan dapat menjadi lembaga think tank yang menghasilkan report dan penelitian yang dapat memberikan kontribusi luas bagi pengembangan sektor listrik dan energi di Indonesia,” kata Zulkifli.

Tim Kerja IEEI akan menyiapkan peta jalan dan rencana program kerja 10 tahun ke depan termasuk penyusunan energi outlook yang dapat menjadi quick wins untuk kedua perusahaan. Kegiatan-kegiatan IEEI tersebut direncanakan aktif di tingkat nasional maupun internasional.

Adapun Chairman Indonesian Institute Energy Economics Prof Subroto juga menyampaikan bahwa semua pihak yang terkait dalam pengelolaan energi harus bekerja secara inklusif, tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ia berharap IEEI dapat merangkul semua pihak untuk dapat bersinergi. “Kita harus bergotong royong dalam pengelolaan energi ini,” ucapnya.

IEEI akan diisi oleh orang-orang ahli di bidang energi dan ketenagalistrikan yakni Nicke Widyawati, Zulkifli Zaini, Ego Syahrial (Sekjen Kementerian ESDM), Febrio Kacaribu (Kepala BKF Kemenkeu), Prof. Dr. Satryo S. Brodjonegoro (Penasehat Khusus Menko Bidang Kebijakan Inovasi dan Daya Saing Industri), Prof. Kuntoro Mangkusubroto, Dr. Widhyawan Prawiraatmadja dan Dr. Hardiv Situmeang.

ANTARA

Baca: Pertamina Uji Coba Produksi Diesel Berbahan Baku 100 Persen dari Sawit


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT