Dirut Jiwasraya Bahas Duit Pegawai KPK yang 'Nyangkut' Rp 20 Miliar
TEMPO.CO | 13/11/2020 14:20
Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko memberikan kesaksian dalam sidang sidang lanjutan kasus korupsi Asuransi Jiwasraya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 13 Juli 2020. Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterangan enam orang s
Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko memberikan kesaksian dalam sidang sidang lanjutan kasus korupsi Asuransi Jiwasraya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 13 Juli 2020. Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterangan enam orang saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Agung, salah satunya Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat, 13 November 2020. Hexana mendatangi KPK untuk membahas rencana restrukturisasi polis milik pegawai komisi antirasuah dengan nominal sekitar Rp 20 miliar.

“Enggak besar ya, angka persisnya itu Rp 20 miliar,” kata Hexana saat keluar dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat, 13 November 2020.

Hexana mengatakan tak mengetahui berapa jumlah pegawai yang memiliki polis asuransi di Jiwasraya. Dia mengatakan pembahasan dengan KPK mengenai polis itu sudah hampir rampung. “Tinggal masalah teknis saja,” ujar dia.

Pemerintah sebelumnya memutuskan untuk merestrukturisasi Jiwasraya setelah perusahaan asuransi tertua di Indonesia itu mengalami gagal bayar polis asuransi kepada nasabahnya. Untuk menyelesaikan masalah itu, pemerintah dan DPR bersepakat memberi suntikan dana kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia atau Indonesia Financial Group sebanyak Rp 22 triliun

IFG selanjutnya akan membentuk anak usaha bernama Indonesia Financial Group Life. Perusahaan ini akan menampung nasabah Jiwasraya yang bersedia direstrukturisasi. “Polisnya akan selamat, dilanjutkan ke perusahaan baru,” kata dia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT