MTI Sarankan Tarif Angkutan Umum dan Logistik di Tol Jakarta-Cikampek II Diatur
TEMPO.CO | 13/11/2020 10:39
Sejumlah kendaraan melaju di jalan tol Jakarta - Cikampek (Japek) KM 47, Karawang, Jawa Barat, Rabu, 28 Oktober 2020. Ribuan kendaraan meninggalkan Jakarta di hari pertama liburan panjang akhir pekan. ANTARA/M Ibnu Chazar
Sejumlah kendaraan melaju di jalan tol Jakarta - Cikampek (Japek) KM 47, Karawang, Jawa Barat, Rabu, 28 Oktober 2020. Ribuan kendaraan meninggalkan Jakarta di hari pertama liburan panjang akhir pekan. ANTARA/M Ibnu Chazar

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menyarankan pemerintah menetapkan tarif khusus untuk angkutan umum dan angkutan barang alias logistik di Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated. Saran tersebut diungkapkan setelah pemerintah berencana mengintegrasikan tarif Tol Jakarta-Cikampek dan Jakarta-Cikampek II Elevated.

“Hitungan rinciannya dihitung BPJT (Badan Pengelola Jalan Tol). BPJT yang akan lakukan koreksi dan evaluasi,” ujar Djoko saat dihubungi melalui pesan pendek pada Jumat, 13 November 2020.

Pemerintah memberlakukan tarif Jalan Tol-Cikampek II Elevated dalam waktu dekat. Tarif berlaku setelah jalan bebas hambatan ini digratiskan selama sebelas bulan sejak peresmiannya.

Menurut Djoko, perubahan tarif tol seharusnya dilakukan secara bertahap. Apalagi, masyarakat masih dihadapkan oleh kondisi krisis karena pandemi yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi melemah.

Meski demikian, Djoko mengatakan tarif untuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated harus diterapkan untuk menjaga keberlangsungan badan usaha. “Biaya diperlukan untuk operasional,” ucapnya.

Pemberlakuan tarif terintegrasi Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated diatur dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 1524/KPTS/M/2020 tertarikh 22 Oktober 2020. Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan kebijakan tersebut digadang-gadang bakal meningkatkan layanan bagi pengguna jalan.

Musababnya, tarif terintegrasi bakal berdampak bagi pemerataan distribusi beban lalu-lintas sehingga  kinerja lalu-lintas lebih optimal, baik dari sisi kecepatan tempuh, waktu perjalanan, maupun kapasitas jalan. “Dengan sistem pengoperasian terintegrasi ini, pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated yang seharusnya melakukan dua kali transaksi, menjadi hanya satu kali,” ujar Heru.

Adapun tarif terintegrasi akan dibagi menjadi empat wilayah. Wilayah 1 terdiri atas Cawang-Pondok Gede Barat/Pondok Gede Timur, Wilayah 2 Cawang-Cikarang Barat, Wilayah 3 Cawang-Karawang Barat (sebelumnya sampai dengan Karawang Timur), dan Wilayah 4 Cawang-Cikampek.

Pembagian wilayah, tutur Heru, membuat pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated tidak perlu melakukan transaksi saat melewati akses masuk dan akses jalan tol ini lantaran pembayaran disatukan dengan tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Heru menjelaskan, pemberlakuan tarif terintegrasi saat ini masih memasuki tahap sosialisasi kepada stakeholder terkait.

Berikut ini rencana daftar tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated setelah terintegrasi.

  • Wilayah 1 Cawang-Pondok Gede Barat/Timur

Golongan I: Rp 4.000

Golongan II: Rp 6.0000

Golongan III: Rp 6.000

Golongan IV: Rp 8.000

Golongan V: Rp 8.000

  • Wilayah 2 Cawang-Cikarang Barat

Golongan I: Rp 7.000

Golongan II: Rp 10.500

Golongan III: Rp 10.500

Golongan IV: Rp 14 ribu

Golongan V: Rp 14 ribu

  • Wilayah 3 Cawang-Karawang Barat (sebelumnya sampai dengan Karawang Timur)

Golongan I: Rp 12 ribu

Golongan II: Rp 18 ribu

Golongan III: Rp 18 ribu

Golongan IV: 24 ribu

Golongan V: Rp 24 ribu

  • Wilayah 4 Cawang-Cikampek

Golongan I: Rp 20 ribu

Golongan II: Rp 30 ribu

Golongan III: Rp 30 ribu

Golongan IV: Rp 40 ribu

Golongan V: Rp 40 ribu

Baca: Ini Tarif Baru Jalan Tol Cikampek dan Jakarta-Cikampek II Elevated


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT