Pengamat Nilai UU ITE Jadi Alat Memukul Lawan Politik
TEMPO.CO | 12/11/2020 18:31
Seorang wanita menunjukkan poster tuntutan saat sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar aksi jalan mundur dalam car free day di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 29 September 2019. Dandhy ditangkap pada Kamis (
Seorang wanita menunjukkan poster tuntutan saat sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar aksi jalan mundur dalam car free day di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 29 September 2019. Dandhy ditangkap pada Kamis (26/9) dan dilepaskan pada Jumat (27/9) dengan status tersangka terkait pelanggaran UU ITE. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat hukum pidana, Teuku Nasrullah, menilai penegakan hukum yang paling buruk terjadi pada saat sekarang. "Sejak Orde Lama, Orde Baru, Reformasi, dalam pemahaman saya penegakan hukum yang paling jelek adalah pada saat sekarang," kata Nasrullah dalam webinar Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Kamis, 12 November 2020.

Nasrullah mengungkapkan alasannya karena UU ITE saat ini digunakan sebagai produk hukum untuk memukul lawan-lawan politik yang tidak sesuai, searah, sejalan dengan rezim yang berkuasa. "Bahayanya kalau ini kita biarkan maka rezim ini akan berganti, maka setelah 2024 akan menggunakan hal yang sama," katanya.

Pada Orde Lama, Nasrullah mengatakan ada UU Nomor 11/PNPS/1963 tentang Pemberantasan Tindakan Subversi, namun jarang digunakan. PNPS baru digunakan di zaman Order Baru dan memiliki pasal karet yang mudah digunakan.

Kondisi tersebut, menurut Nasrullah, juga sama seperti UU ITE. Di zaman SBY, UU ITE lahir namun Pasal 28 yang kerap disebut pasal karet jarang digunakan. "Baru pada rezim Jokowi Pasal 28 muncul luar biasa menjamurnya," kata dia.

Nasrullah pun berharap pasal karet UU ITE tersebut tak lagi digunakan di periode kedua pemerintahan Jokowi. Sebab, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD merupakan guru besar hukum. "Seharusnya beliau bisa kontrol agar penerapannya baik," ujarnya.

FRISKI RIANA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT