BS Center Rilis Hasil Riset untuk Pemulihan Ekonomi
TEMPO.CO | 11/11/2020 13:39
Ketua MPR Bambang Soesatyo memberi sambutan pada acara peluncuran BS Center dan mengumumkan penerbitan bukunya ke-17 berjudul “Tetap Waras, Jangan Ngeres" di Aston Suites, Jakarta, 10 November 2020.
Ketua MPR Bambang Soesatyo memberi sambutan pada acara peluncuran BS Center dan mengumumkan penerbitan bukunya ke-17 berjudul “Tetap Waras, Jangan Ngeres" di Aston Suites, Jakarta, 10 November 2020.

INFO NASIONAL -- Brain Society Center, atau dikenal dengan BS Center merilis hasil riset perdana bertajuk "Vaksin Covid-19 dan Arah Pemulihan Ekonomi Indonesia" di Jakarta, 10 November 2020. Temuan riset ini sebagai pembuktian bahwa lembaga tersebut didirikan sebagai thinktank yang bertujuan memberi dukungan kepada pemerintah dengan menawarkan solusi pada berbagai permasalahan bangsa.

BS Center, kata Bambang Soesatyo dalam sambutannya, adalah lembaga kajian yang didirikan dengan harapan mampu mengisi ruang-ruang diskusi publik yang dirasa belum optimal dalam memberikan kontribusi untuk kemajuan bangsa. "Khususnya dalam melahirkan ide-ide segar, perspektif yang holistik, dan pemikiran yang komprehensif," ujarnya.

Bamsoet, demikian ia biasa dipanggil, memberi apresiasi tinggi terhadap penerbitan riset BS Center dalam bentuk buku setebal 170 halaman ini. ia berharap buku ini dapat menjadi rujukan untuk memperluas cakrawala pandang dalam menyikap dan merespons kondisi yang tengah dihadapi, pandemi Covid-19.

Pemerintah sedang mengembangkan vaksin untuk memutus rantai persebaran Covid-19. Namun, penggunaan vaksin bukanlah jaminan dapat menghilangkan efek pandemi secara instan. “Selain membutuhkan waktu untuk benar-benar kembali pada kondisi normal, masih ada pekerjaan rumah lain, yakni pemulihan perekonomian nasional.

Dampak pandemi yang telah memukul sektor perekonomian dan menempatkan kita pada jurang resesi, tentunya memerlukan upaya ekstra untuk dapat kembali pulih,” kata Ketua MPR tersebut.

Perilisan hasil riset pada tanggal 10 November yang bertepatan dengan Hari Pahlawan, menurut Bamsoet merupakan momen yang tepat untuk menunjukkan cinta pada Tanah Air. “Apakah konglomerat-konglomerat mau menarik duitnya di luar negeri demi Indonesia? Mau membantu menggerakan ekonomi kita? Inilah saatnya menunjukkan kecintaan kepada Indonesia. Menjaga perut rakyat adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah, melainkan termasuk pengusaha agar mau menarik duit mereka dari luar negeri,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bamsoet juga meluncurkan buku terbarunya, “Tetap Waras, Jangan Ngeres.” Karyanya yang ke-17 ini berkaitan dengan dampak pandemi yang melemahkan banyak sektor, hingga memunculkan krisis kesehatan dan krisis ekonomi. “Buku ini mencoba untuk menggugah kesadaran kolektif bangsa mengenai pentingnya kita mengedepankan akal sehata dan berfikir secara ‘waras’, artinya tetap rasional, terukur, namun juga waspada,” ujar Bamsoet.

Buku tersebut juga menceritakan perjalanan Bamsoet bersama partainya, Golkar, yang mendapat tanggapan dari rekannya, Anggota DPR Habib Aboe Bakar Al Habsyi. “Saya mendapat buku ini tadi malam dan langung membacanya. Benar-benar kaget dengan isinya, kritiknya tajam sekali, bahkan untuk partai dia sendiri.

Namun, ternyata inilah cara Bamsoet menunjukkan cintanya pada Golkar. Mencintai itu tidak berarti harus memuji. Jusru memberi kritik adalah bukti cinta untuk membangun hal yang dicintainya itu,” kata Aboe Bakar saat memberi testimoni.

Selain peluncuran hasil riset dan buku karya Bambang Soesatyo, di waktu bersamaan turut menjadi hari peluncuran BC Center yang diketuai Ahmadi Noor Supit, serta perhelatan diskusi yang mengupas isi riset tersebut. Ketua Dewan Pakar BS Center Prof. Dr. Didin Damanhuri memberi paparannya bersama narasumber lainnya, Prof. Ari Kuncoro, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, dan Prof. Dr. Abdul Hadi.

Dalam diskusi tersebut Prof. Dr. Didin Damanhuri optimistis ekonomi Indonesia bisa kembali pulih tahun depan. “Rencana memulihkan ekonomi hingga kembali ke angka 5 persen bisa tercapai, dengan syarat kita mau melakukan perubahan besar-besaran pada APBN 2021,” katanya. (*)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT