Trending Nasional: Rizieq Shihab dan Cerita JK Soal Pencopotan Rizal Ramli
TEMPO.CO | 08/11/2020 05:23
Spanduk kepulangan Rizieq Shihab terpasang di sekitar kawasan Petamburan, Jakarta, Rabu, 4 November 2020. Kabar kepulangan Rizieq sebelumnya sudah disampaikan oleh menantunya, yang juga Ketua Umum Front Santri Indonesia (FSI), Muhammad Hanif Al-Athos. TEM
Spanduk kepulangan Rizieq Shihab terpasang di sekitar kawasan Petamburan, Jakarta, Rabu, 4 November 2020. Kabar kepulangan Rizieq sebelumnya sudah disampaikan oleh menantunya, yang juga Ketua Umum Front Santri Indonesia (FSI), Muhammad Hanif Al-Athos. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Pemberitaan seputar kepulangan pemimpin Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, masih menjadi perhatian pembaca di akhir pekan ini. Rizieq dijadwalkan akan kembali ke Indonesia pada 10 November 2020. Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md menyatakan tidak akan menghalangi kepulangan Rizieq Shihab.

Selain soal itu, berita populer nasional lainnya yang menjadi perhatian ialah cerita mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla tentang alasan Presiden Jokowi yang memberhentikan Rizal Ramli dari kursi Menko Kemaritiman saat berada di Kabinet Kerja Jokowi. Berikut tiga berita terpopuler nasional.

Kepulangan Rizieq Shihab, Mahfud Md: Pemerintah Kok Salah Terus?

Menko Polhukam Mahfud Md saling berbalas cuitan dengan Politikus Gerindra Fadli Zon di media sosial Twitter ihwal rencana kepulangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Fadli menyoal sikap pemerintah yang tidak memberikan bantuan untuk menyelesaikan permasalahan imigrasi Rizieq di Arab Saudi, sehingga sebelumnya tidak bisa pulang ke Indonesia.

"Reynhard di Inggris yang jelas-jelas super kriminal dan memalukan Indonesia diberi bantuan hukum. Habib Rizieq Shihab (HRS) di Saudi Arabia malah dipojokkan pernyataan-pernyataan Menko @mohmahfudmd dan Dubes RI di Saudi. Sungguh tak adil dan ironis," tulis Fadli Zon di akun Twitter-nya @fadlizon. Reynhard Sinaga yang dimaksud Fadli adalah terpidana kasus predator seks di Inggris.

Menanggapi cuitan Fadli, Mahfud Md mengklaim bahwa dirinya sebetulnya sudah mencoba menghubungi kawan-kawan Rizieq untuk membantu jika diperlukan. Tapi, kata Mahfud, dirinya malah dikirimi video sumpah bahwa Rizieq tak mau bantuan pemerintah.

"Coba lihat ini. Bagaimana kalau kita mau membantu tapi ditolak? Kok salah terus?" cuit Mahfud dengan menyertakan video sumpah Rizieq yang berdurasi 18 detik di akun Twitter-nya @mohmahfudmd, kemarin malam.

Dalam video tersebut Rizieq berkata; "Demi Allah saya bersumpah, saya tidak akan meminta bantuan rezim zalim Indonesia, apalagi mengemis kepada rezim zalim Indonesia untuk cabut cekal saya di Saudi Arabia".

Menurut Mahfud, video tersebut sudah menegaskan bahwa Rizieq menolak bantuan pemerintah. "Kalau kami mau bantu, kan harus punya dokumen dan tanda tangan dia. Bagaimana kami mendapatkan itu, sementara selain ada sumpah begitu, dia tak melaporkan masalahnya ke KBRI. Dari mana kami bisa membantu tanpa dokumen?" cuit Mahfud.

Cerita Jusuf Kalla Soal Pencopotan Rizal Ramli Dari Kabinet Kerja Jokowi

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla bercerita alasan Presiden Joko Widodo atau Jokowi mencopot Rizal Ramli saat menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia di Kabinet Indonesia Kerja.

Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla untuk membantah tudingan dirinya telah menjegal Rizal ketika hendak menjadi menteri di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan saat menjabat menteri di era Presiden Jokowi.

Menurut sosok yang akrab disapa JK ini, Rizal Ramli dicopot oleh Presiden Jokowi bukan atas hasutannya. "Di era Pak Jokowi (Jilid I) dia tidak bisa memimpin dan koordinir menteri-menteri di bawahnya. Tidak bisa koordinasi, akhirnya di-reshuffle setelah 10 bulan menjabat," ujar JK di kanal YouTube Karni Ilyas Club, Kamis, 6 November 2020.

JK mengaku menyaksikan saat-saat Jokowi menyampaikan akan mencopot Rizal. "Waktu itu dia dipanggil, saya sedang bersama Pak Jokowi. Dijelaskan bahwa untuk kebaikan kabinet, maka dia diganti," ujar Kalla.

Partai Masyumi Bangkit

Salah satu partai Islam tertua di Indonesia, Partai Masyumi dideklarasikan kembali aktif. Deklarasi dilakukan di Masjid Al- Furqon Jakarta Pusat, pada Sabtu, 7 November 2020, atau bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-75 Partai Masyumi yang didirikan pada 1945 silam.

"Kami yang bertanda tangan di bawah ini, mendeklarasikan kembali aktifnya Partai Politik Islam Indonesia yang dinamakan 'Masyumi'," kata Ahmad Cholil Ridwan, Ketua Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Partai Islam Ideologis - P411, saat membacakan deklarasi.

Dalam deklarasi itu, Cholil berjanji akan berjihad demi terlaksananya ajaran dan hukum Islam di Indonesia melalui Masyumi. "Semoga Allah meridhoi perjuangan Masyumi hingga meraih kemenangan di Indonesia," kata dia.

Partai Masyumi juga rencananya akan mengumumkan calon Majelis Syuro mereka. Beberapa calon-calon Majelis Syuro di antaranya adalah Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain, hingga Bachtiar Nasir.

DEWI NURITA | EGI ADYATAMA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT