Pertambahan Pasien Positif Covid-19 di DKI Hari Ini ke Angka 1.118, Kenapa?
TEMPO.CO | 07/11/2020 21:38
Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS
Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah DKI Jakarta mencatat pasien positif Covid-19 hari ini bertambah 1.118 orang.

Penambahan tersebut merupakan akumulasi dari hasil tes swab PCR hari ini dan kasus sebelumnya yang baru dilaporkan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia mengatakan, pihaknya melakukan tes PCR terhadap 9.218. Dari jumlah itu, 7.467 orang dites untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 747 positif dan 6.720 negatif.

Baca juga : Pasien Positif Covid-19 Jakarta Bertambah 672 Orang

"Namun, total penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.118 kasus lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 371 kasus dari dua laboratorium swasta dan dua laboratorium rumah sakit pemerintah dalam lima hari terakhir yang baru dilaporkan," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 7 November 2020.

Dengan begitu, total akumulatif pasien Corona Ibu Kota kini menjadi 111.201 orang. Dwi memaparkan, 8.026 orang masih dirawat atau menjalani isolasi. Kasus aktif Covid-19 hari ini naik 121 orang.

Kemudian 2.359 orang meninggal dan 100.816 sembuh. Pemerintah DKI mencatat persentase kematian mencapai 2,1 persen dan kesembuhan 90,7 persen.

Walau begitu, persentase pasien positif atau positivity rate Covid-19 Jakarta dalam sepekan terakhir masih tinggi, yaitu 9,6 persen. "Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8,3 persen," ucap Dwi.

Padahal, World Health Organization (WHO) mematok standar agar positivity rate Covid-19 tak lebih dari 5 persen.

Jumlah kasus Covid-19 Jakarta selama November ini di bawah seribu orang. Angka penambahan kasus rata-rata 600-800 orang per hari.

Gubernur DKI Anies Baswedan sempat memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB mulai 14 September 2020. Anies kemudian melonggarkan lagi PSBB, artinya Jakarta kembali ke masa transisi, sejak 12 Oktober hingga kini. Alasan pelonggaran lantaran jumlah kasus aktif menurun.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT