LPSK Dorong Saksi Pembakaran Halte saat Demo UU Cipta Kerja Melapor
TEMPO.CO | 07/11/2020 14:24
Petugas melakukan pembersihan sisa puing di Halte Transjakarta Sarinah, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020. Sejumlah fasilitas umum rusak pasca kerusuhan demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Kamis, 8 Oktober 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis
Petugas melakukan pembersihan sisa puing di Halte Transjakarta Sarinah, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020. Sejumlah fasilitas umum rusak pasca kerusuhan demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Kamis, 8 Oktober 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendorong agar saksi yang melihat dan mengetahui pelaku pembakaran halte Transjakarta saat demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja melapor ke polisi. LPSK menjamin perlindungan kepada saksi tersebut.

“LPSK siap memberikan perlindungan bagi para saksi,” kata Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi lewat keterangan tertulis, Sabtu, 7 November 2020.

Ia mengatakan LPSK mendorong saksi untuk berani melapor dan memberikan keterangan demi terungkapnya pelaku sebenarnya, serta motif dan alat bukti.

Pembakaran halte Transjakarta di Kawasan Sarinah, Jakarta Pusat terjadi saat berlangsungnya demo UU Cipta Kerja pada Kamis, 8 Oktober 2020. Wajah para pelaku terekam sejumlah kamera, baik CCTV maupun orang-orang yang merekam di sekitar kejadian itu.

Edwin mengatakan LPSK mempersilakan saksi untuk mengajukan perlindungan ke lembaganya. Perlindungan saksi, kata dia, penting agar mereka bisa lebih tenang dalam memberikan keterangan.

“Posisi LPSK pada kasus ini, kami berharap saksi bisa dengan aman memberikan keterangan tanpa rasa cemas dan ancaman," ujar Edwin


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT