Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak Resesi bagi UKM dan Pekerja Pabrik
TEMPO.CO | 03/11/2020 20:17
Para pelaku UMKM sedang membuat kerajinan tangan dari bahan kelapa.
Para pelaku UMKM sedang membuat kerajinan tangan dari bahan kelapa.

TEMPO.CO, Jakarta - - Peneliti senior Universitas Padjadjaran (Unpad) Bayu Kharisma mengingatkan pentingnya antisipasi dampak resesi terhadap kelangsungan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan bagi pekerja pabrik.

“Indonesia sekarang ini menuju ambang resesi, secara umum pasti yang akan terasa adalah daya beli masyarakat semakin terpukul. Selain itu, akan memberikan dampak negatif bagi UKM dan kehidupan puluhan ribu pekerja rokok SKT. Tahun 2021 saya rasa adalah cobaan berat kepada pelaku kelompok UKM dan pekerja pabrikan golongan 2 dan 3," katanya kepada Antara di Jakarta, Selasa 3 November 2020.

Pilihan untuk bertahan juga sulit karena produktifitas akan terbatas selama pandemi masih berlangsung di negeri ini. Dengan kondisi perekonomian yang semakin terpuruk akibat resesi, negara harus mengeluarkan kebijakan yang melindungi sektor Industri Hasil Tembakau (IHT) khususnya.

Bayu Kharisma menuturkan pemerintah sebaiknya meninjau ulang kenaikan tarif cukai di sektor IHT tahun 2021. Sementara itu Ketua Harian Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi) Heri Susianto menilai wajar jika tarif cukai harus naik demi memenuhi target penerimaan pendapatan negara.



Namun, bagi dia, yang tidak wajar adalah komposisi kenaikannya cukai. “Kami memohon kepada pemerintah untuk kembali menyesuaikan kenaikan cukai yang lebih realistis yaitu di sekitaran angka 7 hingga 10 persen. Jika ditinjau dari volume produksi, juga sudah menurun dan target cukai IHT tahun ini pun memenuhi target pemerintah," katanya.

Jika tetap dinaikkan, dampaknya akan menurunkan daya beli masyarakat dan ruang untuk rokok ilegal semakin marak.

Kalkulasi anggaran yang ditetapkan pemerintah lewat Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBN) 2021 adalah target penerimaan cukai sebesar Rp 178,5 triliun.

Secara spesifik, target penerimaan cukai hasil tembakau pada 2021 sebesar Rp 172,75 triliun atau lebih tinggi 4,7 persen dibanding target tahun 2020 senilai Rp 164,94 triliun. Jumlah ini setara dengan kenaikan sebesar Rp 7,81 triliun dibanding target tahun 2020.

Baca: Pemerintah Perpanjang BLT UMKM hingga Akhir November 2020


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT