KSPI dan Serikat Buruh Lain Kembali Demo Tolak UU Cipta Kerja Besok
TEMPO.CO | 01/11/2020 23:50
Peserta membawa poster berisi pesan menolak omnibus law saat melakukan aksi di Kawasan Patung Arjuna Wijaya, Jakarta, 28 Oktober 2020. Dalam aksi tersebut para buruh menuntut pembatalan pengesahan UU Cipta Kerja Omnibus Law. TEMPO/Muhammad Hidayat
Peserta membawa poster berisi pesan menolak omnibus law saat melakukan aksi di Kawasan Patung Arjuna Wijaya, Jakarta, 28 Oktober 2020. Dalam aksi tersebut para buruh menuntut pembatalan pengesahan UU Cipta Kerja Omnibus Law. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 32 kelompok buruh seperti KSPI, KSPSI AGN, dan Gekanas akan kembali demo serentak di 24 provinsi pada Senin, 2 November 2020. Untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, demonstrasi bakal digelar di kawasan Patung Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat mulai pukul 10.30.

"Tuntutan yang akan disuarakan adalah, batalkan omnibus law UU Cipta Kerja dan menuntut agar upah minimum tahun 2021 (UMP, UMK, UMSP, dan UMSK) tetap naik," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam keterangan tertulisnya pada Ahad, 1 November 2020.

Said Iqbal mengatakan, kelompoknya juga menyerahkan gugatan uji materiil dan uji formil terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi pada hari Senin. Undang-Undang tersebut disahkan oleh DPR pada 5 Oktober lalu.

"Tapi bila nomor Undang-Undang Cipta Kerja belum ada pada saat penyerahan berkas gugatan itu, maka KSPI dan KSPSI AGN hanya berkonsultasi ke MK," kata dia.

Said Iqbal mengatakan, buruh yang akan mengikuti demo berasal dari berbagai kota seperti Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang Raya, Serang, Cilegon, Karawang, Bekasi, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon, Bandung Raya, Cimahi, Cianjur, Sukabumi, Semarang, Kendal, Jepara, Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, Sidoarjo, dan Gresik.

Demo tersebut juga akan dilakukan di Yogyakarta, Banda Aceh, Medan, Deli Serdang, Batam, Bintan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Lampung, Makassar, Gorontalo, Bitung, Kendari, Morowali, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Lombok, Ambon dan Papua.

"Demo KSPI dan 32 federasi lainnya ini adalah non violance (anti kekerasan), terukur, terarah, dan konstitusional. Demo ini dilakukan secara damai, tertib, dan menghindari anarkis," kata Said Iqbal.

Baca juga: 12 Kamera ETLE Ternyata Dirusak Perusuh dalam Demo Omnibus Law, Motifnya?

Selain 2 November, Said Iqbal mengatakan bahwa demo berikutnya dilanjutkan pada 9 November mendatang di DPR RI untuk menuntut digelarnya legislatif review.

Pada 10 November mendatang, demo buruh akan digelar di kantor Kementerian Ketenagakerjaan untuk menuntut upah minimum 2021 harus tetap naik. "Demo pada 9 dan 10 November juga membawa dua agenda yang kami sebutkan di atas, dan dilakukan serentak di 24 provinsi," kata Said Iqbal.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT