Anggota Timses Paslon Benyamin-Pilar Diintimidasi Hingga Tertabrak Motor
TEMPO.CO | 30/10/2020 20:21
Petugas memeriksa suhu badan bakal pasangan calon Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan saat mendaftarkan Pilkada Tangerang Selatan 2020 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Serpong, Sabtu 5 September 2020. Pasangan BenPilar ha
Petugas memeriksa suhu badan bakal pasangan calon Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan saat mendaftarkan Pilkada Tangerang Selatan 2020 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Serpong, Sabtu 5 September 2020. Pasangan BenPilar hadir di KPU diikuti simpatisan dan partai pendukung Partai Golkar, PPP, Partai Gelora dan Partai PBB. Tempo/Nurdiansah

TEMPO.CO, Tangerang Selatan -Anggota tim sukses atau timses calon Wali Kota Benyamin Davnie dan calon Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, M Yusuf, menjadi korban percobaan kekerasan di Jalan Setia Budi, Pamulang.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 ketika dilakukan pemasangan Alat Peraga Kampanye. "Tim diteriaki, dan salah satu tim kami yang juga Ketua regu pemenangan alat peraga kampanye calon Wali Kota Benyamin Davnie dan calon Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan hampir ditabrak motor pelaku," kata Ketua Tim koalisi Rumah Kita Bersama pasangan Benyamin-Pilar, Mochamad Ramlie kepada wartawan, Jumat 30 Oktober 2020.

Baca Juga: Timses Anies Jadi Komisaris MRT Jakarta, Taufik: Ada Kepentingan

Menurut Ramlie, saat akan ditabrak oleh pelaku, salah seorang tim kami berusaha menghindar. Tetapi setelah menghindar justru tertabrak pengendara lain. "Yang tertabrak ini atas nama M Yusuf, beliau sedang memasang baliho dan mengatur anak buahnya, kemudian ada yang meneriaki dan mencelakainya, beliau berhasil menghindar tetapi malah tertabrak pengendara lain," ujarnya.

Dalam insiden itu, kata dia, Yusuf mengalami patah di bagian tulang panggul paha kaki kiri sehingga langsung dibawa ke rumah sakit umum kota Tangerang Selatan."Ya saya sangat menyayangkan kejadian tersebut, kami kan ingin pilkada yang damai bagaimana artinya Tangsel itu ke depan lebih unggul, lebih baik lagi. Kita lomba visi misi saja yang baik seperti itu tidak perlu ada yang sifatnya tekanan- tekanan seperti itu," ungkapnya.

Saat ini, lanjut Ramlie, pihaknya menyerahkan memproses kasus tersebut kepada kepolisian agar pelakunya bisa ditangkap. Untuk dugaan kekerasan dan tekanan, lanjut Ramlie, ia mengatakan sudah banyak yang dialami tim. Contohnya memasang baliho di sore hari kemudian ke esokan harinya baliho tersebut sudah hilang.

"Kami tidak ingin membalas hal tersebut, karena kita ingin pilkada yang damai di kota Tangerang Selatan ini. Saya juga tidak tahu siapa orangnya yang jelas saya sangat menyayangkan kejadian tersebut," imbuhnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT