Demi Kesehatan, Pimpinan MPR Himbau Masyarakat Tak Perlu Takut Divaksin
TEMPO.CO | 30/10/2020 10:35
Wakil Ketua MPR, H. Sjarifuddin Hasan, saat menghadiri Seminar Nasional Kebangsaan MPR RI, di kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10/2020).
Wakil Ketua MPR, H. Sjarifuddin Hasan, saat menghadiri Seminar Nasional Kebangsaan MPR RI, di kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10/2020).

INFO NASIONAL - Wakil Ketua MPR, Sjarifuddin Hasan, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 makin menyengsarakan rakyat terutama mengancam kesehatan. Berpegang kepada amanah UUD NRI Tahun 1945 Pasal 28H ayat (1) yang menyebutkan bahwa setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan, pemerintah mesti melakukan upaya-upaya luar biasa untuk menjamin itu. Salah satu bentuknya dengan mengadakan vaksin virus Corona.

"Kabar yang saya terima di awal tahun 2021 vaksin sudah ada dan langsung didistribusikan. Tapi, ada juga informasi yang mengatakan di akhir 2020 vaksin tahap pertama sudah siap. Secepatnya saya kira lebih bagus. Untuk masyarakat, jika sudah tersedia, saya himbau jangan takut lakukan vaksinasi. Sebab ini demi keselamatan kita semua juga," katanya, usai menghadiri acara Seminar Nasional Kebangsaan MPR RI, di kota Bogor, Jawa Barat, Kamis, 29 Oktober 2020.

Pimpinan MPR dari partai Demokrat yang biasa disapa Syarief Hasan ini, mengatakan bahwa vaksin sangat diperlukan sebagai langkah upaya pertahanan diri dari serbuan virus yang tidak jelas kapan berakhirnya. "Yang saya khawatirkan, jika tidak ada vaksin maka akan lebih memperburuk situasi. Kita hari demi hari menjadi semakin was-was. Sementara itu, korban terus berjatuhan. Ketika itu dibiarkan terjadi, penanganannya akan jauh lebih sulit nanti," ujarnya.

Dengan pemberian vaksin, lanjut Syarief Hasan, mudah-mudahan akan terhindar dari virus. Walaupun ada yang meragukan bahkan tidak percaya keampuhannya, setidaknya ada solusi yang nyata dalam penanganan pandemi ini. "Saya rasa kita semua perlu memberikan kesempatan kepada upaya pemerintah itu," ucapnya.

Namun, Syarief Hasan sangat memaklumi jika ada sebagian masyarakat yang takut. "Saya kira wajar. Menurut saya itu bukan ketakutan tapi hanya khawatir saja. Tapi, jangan juga perasaan masyarakat itu dibiarkan saja. Kalau saya amati, masyarakat hanya butuh pemahaman yang jelas seputar vaksin, manfaat dan dampak-dampaknya buat mereka," katanya.

Untuk itu, Syarief Hasan berharap agar pemerintah gencar melakukan sosialisasi dengan berbagai bentuk yang tentunya mudah dicerna masyarakat terutama rakyat kecil. Yang paling penting, ketika vaksin disebarkan harus dengan biaya yang terjangkau seluruh lapisan masyarakat.

"Kalau perlu digratiskan saja sekalian. Jika memang tidak memungkinkan gratis atau murah, dilakukan subsidi silang.  Intinya, jangan sampai membebani rakyat kecil yang keadaannya sudah sangat terpuruk," katanya.(*)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT