Machfud Arifin Janjikan Distrik Inovasi dan Stadion Esports di Surabaya
TEMPO.CO | 30/10/2020 09:52
Machfud Arifin dan istrinya, sesusai menghadiri Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Surabaya, 26 September 2020. Foto: Kukuh S. Wibowo
Machfud Arifin dan istrinya, sesusai menghadiri Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Surabaya, 26 September 2020. Foto: Kukuh S. Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin menyiapkan distrik inovasi dan stadion esports untuk pengembangan minat dan bakat anak muda di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur jika terpilih di Pilkada Surabaya 2020.

Machfud Arifin mengatakan pihaknya akan menyiapkan infrastruktur dan kebijakan agar para pemuda di Kota Pahlawan bisa memaksimalkan potensi yang mereka miliki. "Saya akan wujudkan adanya infrastruktur yang bisa mendukung industri kreatif anak muda di Surabaya. Tidak hanya fisik, pemerintah juga harus hadir untuk mewujudkan adanya ekosistem industri kreatif," kata Machfud Jumat 30 Oktober 2020.

Menurut Machfud, hal ini telah disampaikan dalam dalam diskusi bertajuk "Surabaya to The Next Level" yang digelar di kawasan Surabaya Barat, Kamis 29 Oktober. Dalam diskusi itu, hadir empat entrepreneur muda Surabaya seperti Erick Herlangga (CEO Louvre Esports), Azrul Ananda (CEO PT DBL Indonesia), Tom Liwafa (CEO Handmade Shoesby), dan Candra Putra Negara (CEO Success Before 30).

Machfud mengatakan anak muda di Surabaya belum mendapatkan fasilitas yang semestinya untuk mengembangkan minat dan bakat. Panggung-panggung bagi mereka untuk menampilkan kreasi dan kemampuan mereka tidak ada.

"Voli saja kalau mau internasional harus di Gresik. Sarana bagi pelaku bisnis rintisan kuliner, fashion, seni, dan bidang lainnya, juga kurang baik. Itu nantinya menjadi konsentrasi saya," kata Machfud.

Untuk mewadahi semua kebutuhan itu, Machfud akan membangun satu distrik kreatif dan inovatif. Menurutnya, di kawasan itu terintegrasi sejumlah fasilitas untuk anak muda mengembangkan minat dan bakat.

"Jadi nanti ada distrik fashion, ada distrik kuliner, distrik art and media sampai esports stadion," kata mantan Kapolda Jatim itu.

CEO Success Before 30 Candra Putra Negara menambahkan zaman sudah banyak berubah. Apa-apa yang dulu dianggap hanya main-main kini menjadi bisnis. Semuanya terjadi karena fenomena internet of thing (IOT).

"Diperlukan pemimpin yang berpikir next level. Sehingga benar-benar bisa membawa kota ini naik kelas," katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT