Polisi Ungkap Penyebab Bentrokan antara FBR dan PP di Ciledug
TEMPO.CO | 30/10/2020 01:05
Ilustrasi bentrokan. Pxhere
Ilustrasi bentrokan. Pxhere

TEMPO.CO, Jakarta - Kapolsek Ciledug Komisaris Wisnu Wardana menjelaskan penyebab terjadinya bentrokan antara organisasi masyarakat Pemuda Pancasila (PP) dan Forum Betawi Rempug (FBR) di wilayah hukumnya. Ia mengatakan, hal itu berawal saat dua orang anggota ormas FBR yang mabuk merusak bendera PP pada Rabu sore kemarin.

"Sebenarnya mereka sadar, cuma karena lagi mabuk, jadi sok-sokan aja," ujar Wisnu saat dihubungi, Kamis, 29 Oktober 2020.

Tak terima bendera organisasinya dirusak, sejumlah anggota Pemuda Pancasila mendatangi markas FBR meminta pertanggungjawaban pelaku. Polisi yang mendengar hal itu segera datang ke lokasi dan berusaha melakukan mediasi.

Tapi saat tiba di lokasi mediasi, kedua kubu sudah berkumpul. "Pada saat mau proses mediasi itu terjadi bentrok, tertundalah mediasi ini. Tapi sebenarnya ini udah damai rencananya, belum selesai aja prosesnya udah bentrok duluan," kata Wisnu. 

Bentrokan antara PP dan FBR terjadi di dekat restoran cepat saji McDonald Jalan HOS Cokroaminoto, Larangan Utara, Tangerang Kota, pada Rabu malam sekitar pukul 23.00. Bentrokan kedua ormas itu terekam video dan viral di media sosial.

Dalam video yang viral, terlihat salah seorang korban bentrokan yang terkapar di jalan setelah terkena sabetan senjata tajam. Beberapa pemuda pun terlihat memukulkan kayu ke arah tubuh tersebut. 

Dua orang pemuda kemudian ditangkap polisi terkait kerusuhan itu. "Ada dua orang yang membawa senjata tajam sudah kami bawa ke Polres," kata Wisnu.

Akibat bentrokan itu, tiga orang dilarikan ke rumah sakit karena terluka. Dua di antaranya sudah dipulangkan dan satu masih menjalani perawatan. 

Mengenai kondisi terkini di lokasi kejadian, Wisnu mengatakan situasinya sudah aman dan kondusif. Kedua kelompk pun sudah menyatakan damai dan tak memperpanjang masalah itu.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT