26 Daerah Punya Angka Kematian Covid-19 Lebih dari 100 Kasus, Surabaya Tertinggi
TEMPO.CO | 29/10/2020 19:02
Pekerja memakamkan jenazah pasien virus Corona di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, 21 September 2020. Jumlah kumulatif kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia mencapai 262.022 orang per Kamis (24/9). Angka tersebut bertambah 4.634 orang dari hari s
Pekerja memakamkan jenazah pasien virus Corona di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, 21 September 2020. Jumlah kumulatif kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia mencapai 262.022 orang per Kamis (24/9). Angka tersebut bertambah 4.634 orang dari hari sebelumnya. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, meminta 26 daerah memastikan pelayanan kesehatan pada pasien Covid-19 benar-benar diberikan. Sebab, 26 daerah tersebut memiliki angka kematian lebih dari 100 kasus.

"Pastikan mereka yang terpapar mendapat pelayanan sedini dan sebaik mungkin sesuai standar kesehatan," ujar Wiku dalam konferensi pers, Kamis, 29 Oktober 2020.

Berikut 26 daerah dengan angka kematian lebih dari 100 kasus.

1. Kota Surabaya 1.253 kasus
2. Kota Semarang 675 kasus
3. Jakarta Pusat 443 kasus
4. Sidoarjo 440 kasus
5. Jakarta Timur 437 kasus
6. Jakarta Barat 414 kasus
7. Jakarta Selatan 335 kasus
8. Kota Makassar 281 kasus
9. Kota Medan 263 kasus
10. Jakarta Utara 260 kasus

11. Gresik 226 kasus
12. Kota Balikpapan 208 kasus
13. Kota Depok 177 kasus
14. Kota Palembang 176 kasus
15. Kota Pekanbaru 166 kasus
16. Kota Malang 162 kasus
17. Kota Samarinda 153 kasus
18. Kota Banjarmasin 145 kasus
19. Banyuwangi 144 kasus
20. Demak 135 kasus

21. Pasuruan 131 kasus
22. Kota Manado 122 kasus
23. Kota Mataram 116 kasus
24. Kota Bekasi 114 kasus
25. Kota Padang 110 kasus
26. Kudus 108 kasus

Wiku Adisasmito mengimbau agar pemerintah daerah membuka rumah sakit darurat Covid-19 jika ada keterbatasan ruang perawatan. Jika ada kendala terkait penanganan pasien Covid-19, pemda diimbau koordinasi dengan pemerintah pusat.

"Perhatian seluruh pemda dan masyarakat mari sama-sama selamatkan nyawa masyarakat untuk ke depannya, jangan sampai ada penambahan kematian lagi," kata Wiku.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT