Mendes PDTT: Prinsip Pembangunan Desa adalah Mengentaskan Kemiskinan
TEMPO.CO | 29/10/2020 17:53
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, saat meresmikan Desa Digital di Desa Kendalbulur, Boyolangu, Tulungagung, Kamis (29/10/2020).
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, saat meresmikan Desa Digital di Desa Kendalbulur, Boyolangu, Tulungagung, Kamis (29/10/2020).
 

INFO NASIONAL-Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Mendes PDTT RI), Abdul Halim Iskandar menjelaskan, prinsip pembangunan desa adalah mengentaskan kemiskinan dan kelaparan.

Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri mengatakan, desa dapat disebut sukses apabila hadir d saat ada warganya yang miskin dan lapar, bisa berupa bantuan atau program inovasi lainnya.
"Bagaimana kita mau bicara kesehatan dan pendidikan sementara kelaparan masih mendominasi," kata Gus Menteri saat meresmikan Desa Digital di Desa Kendalbulur, Boyolangu, Tulungagung, Kamis, 29 Oktober 2020.
 
Kendalbulur merupakan salah satu desa yang sedang gencar mengembangkan destinasi wisata yaitu Nangkula Park, sebuah taman yang memiliki banyak obyek yang menarik dan eksotis. Di dalamnya juga terdapat lapangan bola dan di pinggirnya dipenuhi bunga layaknya taman tulip di Belanda. Nangkula Park yang dikelola oleh BUMDes Larasati milik Desa Kendalbulur itu juga memfasilitasi seniman khususnya seniman lokal untuk berkreasi.
 
Nangkula Park dirintis pada awal 2020 dengan modal kurang lebih Rp 1 miliar dengan rincian Rp 407 juta berasal dari BUMDes dan Rp 757 juta dibantu Pemprov Jawa Timur. Saat ini, selama lima bulan Nangkula Park sudah menghasilkan Rp 1,5 miliar. Hasil pendapatan Nangkula Park ditetapkan melalui RPJM Desa dialokasikan untuk subsidi tani, kesehatan, dan pendidikan.
 
Menurut Gus Menteri, Kendalbulur adalah salah satu desa yang patut dicontoh karena kreatif menggunakan dana desa yang diberikan oleh negara sehingga bermanfaat kepada warganya secara luas.
 
"Saya sepakat sekali ketika Pak Kepala Desa ini berusaha semaksimal mungkin agar duit itu masuk, tapi prinsip ekonomi untuk membangun sebanyak-banyaknya. Di desa ini tidak ada duit yang keluar itu artinya rakyatnya kan cepet sejahtera karena duitnya dirasakan oleh masyarakat," ucapnya. (*)

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT