Presiden Prancis Dukung Karikatur Nabi Muhammad, PKS Kirim Surat Kecaman
TEMPO.CO | 29/10/2020 16:44
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) didampingi Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin berbicara menyusul serangan penikaman di pinggiran kota Conflans-Sainte-Honorine Paris, Prancis, Jumat, 16 Oktober 2020. Korban tewas beberapa hari setelah m
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) didampingi Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin berbicara menyusul serangan penikaman di pinggiran kota Conflans-Sainte-Honorine Paris, Prancis, Jumat, 16 Oktober 2020. Korban tewas beberapa hari setelah mengajar tentang sekularisme dan kontroversi seputar penerbitan kartun Nabi Muhammad oleh majalah satir Charlie Hebdo. Abdulmonam Eassa via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Zuwaini mengirim surat resmi berisi protes soal karikatur nabi Muhammad kepada Presiden Prancis lewat duta besarnya di Jakarta. Surat tersebut mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmannuel Macron yang mendukung penerbitan kartun penghinaan kepada Nabi Muhammad.

Fraksi PKS mendukung sikap tegas Kementerian Luar Negeri yang telah memanggil Duta Besar Perancis untuk Indonesia guna menyampaikan kecaman atas pernyataan presidennya.

"Fraksi PKS mengecam keras pernyataan Presiden Perancis yang jelas menghina Islam karena mendukung penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad. Untuk itu, Fraksi PKS mengirim surat resmi protes kepada Presiden Perancis atas sikap dan pernyataan kontroversialnya tersebut," kata Jazuli melalui keterangan resminya, Kamis, 29 Oktober 2020.

Wakil Presiden Forum Parlemen Muslim Dunia itu menegaskan bahwa respons luas dari negara-negara muslim terhadap Perancis, juga telah terjadi. Bahkan banyak negara muslim menyerukan untuk memboikot produk-produk negara tersebut.

Menurut dia, sikap tegas Kemenlu RI yang memanggil Dubes Perancis untuk menyampaikan sikap dan kecaman sudah tepat. "Kami dukung penuh sebagai bagian dari negara yang cinta kedamaian dunia."

Kata Jazuli, pernyataan Presiden Perancis bisa mengganggu kedamaian dunia karena mencerminkan ekspresi kebebasan yang tidak bertanggung jawab. Perdamaian dunia tidak bisa diraih jika orang bebas menghina, mengolok-olok keyakinan lain, apalagi terhadap figur yang sakral bagi umat beragama

Sebagai negara besar dengan sejarah panjang, kata dia, semestinya, Presiden Perancis bisa menjadi contoh dan teladan bagaimana menghadirkan kedamaian dunia. "Harusnya memberi contoh sikap saling menghormati dan menghargai keyakinan setiap umat manusia."

Sebelumnya pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menyulut kemarahan umat Islam. Pernyataan Macron yang menyinggung soal ekstremisme Islam telah menuai reaksi keras dari berbagai negara, terutama negara Arab dan negara mayoritas Islam.

Baca juga: Perda Covid-19, Fraksi PKS: Turunannya Akan Ada 17 Pergub Anies Baswedan

Macron dianggap telah menghina Islam dan membela penerbitan karikatur Nabi Muhammad yang kontroversial. Sejumlah negara telah menyampaikan kecamannya atas pernyataan Macron tersebut, sementara aksi boikot produk Prancis telah diserukan di beberapa negara termasuk Kuwait, Qatar dan Turki.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT