Survei Elektabilitas PDIP Stagnan, Hasto Singgung Pesan Megawati
TEMPO.CO | 29/10/2020 04:09
Ketua KPU Arief Budiman menerima kedatangan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto untuk menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan di KPU RI, Jakarta, 04 Agustus 2020. TEMPO/Nurdiansah
Ketua KPU Arief Budiman menerima kedatangan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto untuk menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan di KPU RI, Jakarta, 04 Agustus 2020. TEMPO/Nurdiansah

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto menanggapi hasil survei Indikator Politik Indonesia yang mencatat elektabilitas partai banteng stagnan. Hasto mengatakan partainya tak mau ambil pusing ihwal hasil sigi.

Menurut Hasto, PDIP memilih untuk terus bekerja keras untuk rakyat. Ia juga menyinggung pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Kami diajarkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri bahwa berpolitik itu bukan memelototi hasil survei. Berpolitik itu adalah kerja kebudayaan, membangun peradaban, mencerdaskan kehidupan berbangsa," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Rabu, 28 Oktober 2020.

Hasto mengatakan hasil survei selalu bersifat dinamis. Ia mengatakan hasil survei bisa naik turun, tetapi finalnya adalah saat pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi sebelumnya mengatakan elektabilitas PDIP stagnan. Dibandingkan survei Indikator Juli lalu, elektabilitas partai banteng turun dari 26,3 persen menjadi 25,2 persen. Penurunan ini masih berada dalam margin of error sebesar 2,9 persen.

Hasto mengatakan partainya merujuk pada hasil Pemilu 2019 menyangkut elektabilitas partai. Ketika itu, kata dia, perolehan suara PDIP sebesar 18,98 persen.

"Alhamdulillah berarti rakyat masih memberikan kepercayaan pada PDI Perjuangan, sehingga seluruh gerakan kepartaian masih bisa dijalankan dengan baik," kata Hasto.

Hasto mengatakan hasil survei Indikator tersebut justru menjadi penyemangat bagi PDIP. Menurut dia, partainya lebih baik mempraktikkan secara langsung politik yang membumi.

Contohnya melalui program belajar dari alam dan gerakan menanam. Selain itu juga melalui fungsi rekrutmen dan pendidikan politik.

Baca: Rencana Risma dan Hasto Kumpulkan Pengusaha Menjelang Pilkada Surabaya Disorot


BUDIARTI UTAMI PUTRI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT