Libur Panjang, Bisnis Perjalanan Wisata ke Tiga Kota Ini Laris Manis
TEMPO.CO | 29/10/2020 04:45
Suasana sepi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 9 Juli 2020. Persyaratan tersebut di antaranyai identitas diri, dokumen penerbangan, dan hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19.  TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Suasana sepi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 9 Juli 2020. Persyaratan tersebut di antaranyai identitas diri, dokumen penerbangan, dan hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Libur panjang pekan ini mendongkrak perjalanan wisata. Penjualan tiket sejumlah moda transportasi dan okupansi hotel di beberapa daerah tercatat meningkat. 

Wakil Ketua sekaligus Kepala Bidang Organisasi dan Hubungan Antar Lembaga Asosiasi Travel Agent Indonesia, Anton Sumarli, menyatakan kenaikan perjalanan wisata ini salah satunya didukung stimulus pemerintah untuk menurunkan harga tiket. Kementerian Perhubungan membebaskan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) di 13 bandara mulai 23 Oktober hingga 31 Desember 2o2o. "Dampaknya harga tiket turun sekitar Rp 200-250 ribu," ujarnya kepada Tempo, Rabu 28 Oktober 2020.

Anton mengatakan penurunan harga tiket menarik banyak minat masyarakat. Dia mencontohkan, kuota perjalanan udara dari Jakarta ke Bali pada 28-29 Oktober habis dipesan. Selain Pulau Dewata, perjalanan banyak dilakukan ke Yogyakarta dan Surabaya.

Menurut Anton, tingkat okupansi hotel di destinasi populer, termasuk ketiga daerah di atas ikut meningkat. "Kalau dari laporan kemarin hotel, ada kenaikan okupansi 70-80 persen," tuturnya. Bisnis rental kendaraan juga menikmati kenaikan permintaan.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Maulana Yusran, menyatakan belum menerima data lengkap okupansi hotel selama libur panjang ini. Namun dia memperkirakan kenaikan okupansi akan terjadi di destinasi favorit seperti Yogyakarta dan Bali.

Dia menilai kenaikannya tak akan terlalu signifikan lantaran selama libur panjang, pola bepergian masyarakat tidak hanya berfokus pada kegiatan wisata. "Momen seperti ini banyak juga dimanfaatkan untuk mudik," ujarnya.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata, Budijanto Ardiansjah, menyatakan destinasi wisata dalam libur panjang kali ini mayoritas berada di Pulau Jawa, terutama di daerah yang masih dapat diakses menggunakan kendaraan pribadi dari ibu kota.

"Perjalanan antar provinsi menggunakan transport udara dan kereta api meski meningkat, diperkirakan tidak lebih dari 30 persen," katanya. Dia mencatat okupansi hotel dan kunjungan tempat wisata di Bogor, Bandung, Pangandaran, dan Yogyakarta cenderung meningkat.

Menurut Budijanto, masih banyak masyarakat yang menunda perjalanan jarak jauh akibat pandemi. Selain itu, penyebaran Covid-19 telah menggerus pendapatan banyak kalangan masyarakat. Daya beli turut berperan pada meningkatnya road trip.

Kenaikan perjalanan darat menggunakan kendaraan pribadi terpantau meningkat di Jalan Tol Jakarta-Cikampek kemarin. Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru mengatakan total kendaraan yang melintas hingga siang 28 Oktober mencapai 73.201 kendaraan. "Naik sebesar 51,6 persen dari lalu lintas normal," katanya.

Kenaikan volume menyebabkan kepadatan di kilometer 48. Kepolisian RI memberlakukan sistem contra flow sepanjang 14 kilometer dari kilometer 47 sampai kilometer 61. Jasa Marga juga menutup rest area di kilometer 50 hingga pukul 16.00 WIB untuk menghindari antrean.

Tiket.com pun mencatat tren liburan di sekitar rumah. "Untuk saat ini preferensi masyarakat untuk berlibur masih di dekat rumah atau staycation," ujar Public Relations Manager Tiket.com Sandra Darmosumarto. Meski begitu perjalanan jarak jauh tetap diminati. Dalam tiga bulan terakhir, pemesanan tiket perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya, Makassar, Medan, Denpasar, dan Yogyakarta paling banyak dipesan.

Libur panjang pekan ini juga mendongkrak penjualan tiket kereta api. Kepala Hubungan Masyarakat PT KAI Daerah Operasional 1 Jakarta, Eva Chairunisa, menyatakan terjadi peningkatan penumpang sejak 27 Oktober. Untuk keberangkatan pada 28 Oktober saja, penjualan tiket mencapai 95 persen dari ketersediaan tempat duduk sebanyak 9.174 kursi.

Eva menyatakan perusahaan mengoperasikan kereta api tambahan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. "Kami berencana mengoperasikan kereta tambahan secara bertahap hingga 27 kereta api per hari mulai 27 Oktober hingga 1 November 2020," katanya. Sebanyak 12 kereta berangkat dari Stasiun Gambir, 13 kereta dari Stasiun Pasar Senen, dan 2 lainnya berangkat dari Stasiun Jakarta Kota.

Baca: Izin Wisata untuk Swasta di TN Komodo Belum Aktif Karena Banyak Penolakan

ADI WARSONO, VINDRY FLORENTIN


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT