Moeldoko Sebut Ada Paradoks di Aksi Demo Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja
TEMPO.CO | 28/10/2020 16:43
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan kepada wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat mem
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan kepada wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko kembali menyebut bahwa aksi demonstrasi mahasiswa yang menolak UU Cipta Kerja sebagai paradoks. Menurut dia, undang-undang omnibus law itu justru akan menguntungkan mahasiswa saat mencari pekerjaan di masa mendatang, tapi malah ditolak.

"Saya berkali-kali menyampaikan paradoks ini. Pemerintah mencoba membuka peluang melalui UU Cipta Kerja. Tetapi anak-anak muda, calon tenaga kerja baru malah menolaknya," ujar Moeldoko lewat keterangan tertulis, Rabu, 28 Oktober 2020.

Namun, Moeldoko mengklaim, hanya sebagian kecil anak muda yang menolak UU Cipta Kerja. "Saya melihat itu hanya sebagian kecil, sebagian besar mereka sudah paham," ujar dia. 

Lebih lanjut, ia berharap tidak ada anak-anak muda terprovokasi di aksi demonstrasi. "Terpenting lagi, jangan lagi ada yang malu kalau tidak ikut unjuk rasa. Harusnya malu kalau berunjuk rasa, tapi tidak paham tujuannya," ujar bekas purnawirawan TNI ini.

Semua klaim mantan Panglima TNI ini sebelumnya telah ditampik oleh para buruh dan mahasiswa. Sejumlah beleid dalam UU Cipta Kerja dinilai banyak membuka celah yang bisa merugikan serta mengabaikan hak-hak buruh atau pekerja.

Dalam peringatan hari Sumpah Pemuda hari ini pun diwarnai aksi mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali turun ke jalan mendesak Presiden Jokowi mengeluarkan Perpu untuk membatalkan UU Cipta Kerja. Sedangkan para buruh akan menggelar aksi nasional pada 2 November 2020.

DEWI NURITA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT