Hari Sumpah Pemuda, Jokowi: Bersatu Melewati Masa-masa Sulit Pandemi Ini
TEMPO.CO | 28/10/2020 09:36
Presiden Jokowi (tengah) meresmikan beroperasionalnya Jembatan Teluk Kendari di Kendari, Sulawesi Tengah, Kamis, 22 Oktober 2020. Jembatan ini dibangun selama lima tahun dengan total biaya Rp 804 miliar. Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi (tengah) meresmikan beroperasionalnya Jembatan Teluk Kendari di Kendari, Sulawesi Tengah, Kamis, 22 Oktober 2020. Jembatan ini dibangun selama lima tahun dengan total biaya Rp 804 miliar. Biro Pers Sekretariat Presiden

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pesan persatuan dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2020.

Jokowi mengingatkan, para pemuda dari seluruh Nusantara yang berkumpul pada 28 Oktober 1928 melupakan perbedaan, mengumandangkan ikrar bersama, seraya menganyam impian tentang Indonesia 

"Hari ini, ikrar para pemuda di tahun 1928 itu masih bergema. Semangat, tekad, dan cita-cita pemuda Indonesia tetap menyala-nyala, bersatu melewati masa-masa sulit pandemi ini, bangkit dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju," ujar Joko lewat akun Instagram @jokowi, Rabu, 28 Oktober 2020.

Adapun peringatan hari Sumpah Pemuda tahun ini akan diwarnai aksi demonstrasi mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan turun ke jalan mendesak Presiden Jokowi mengeluarkan Perpu untuk membatalkan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

"Aliansi BEM Seluruh Indonesia menyatakan akan kembali turun aksi untuk mendesak Presiden RI segera mencabut UU Cipta Kerja, dalam perjuangan yang akan kami teruskan dengan momentum 28 Oktober, bertepatan dengan Sumpah Pemuda,"
demikian keterangan resmi Koordinator Pusat BEM SI, Remy Hastian, Selasa, 27 Oktober 2020.

BEM SI, kata Remy, akan menyuarakan narasi Sidang Rakyat terhadap permasalahan negeri yang dinilai belum dituntaskan oleh pemerintah. "Serta BEM SI tetap menguatkan narasi #MosiTidakPercaya kepada pemerintah dan wakil rakyat yang berpihak pada kepentingan rakyat karena sampai saat ini belum merealisasikan tuntutan yang disampaikan mahasiswa," ujar dia,


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT