Hari Sumpah Pemuda, Firli Bahuri: Perlu Satu Bahasa Antikorupsi
TEMPO.CO | 28/10/2020 09:41
Ketua KPK Firli Bahuri bersiap menjalani pembacaan putusan sidang etik di KPK, Jakarta, Kamis, 24 September 2020. Firli dianggap telah melanggar kode etik karena menggunakan helikopter dalam perjalanan di Sumatera Selatan dan saat kembali ke Jakarta pada
Ketua KPK Firli Bahuri bersiap menjalani pembacaan putusan sidang etik di KPK, Jakarta, Kamis, 24 September 2020. Firli dianggap telah melanggar kode etik karena menggunakan helikopter dalam perjalanan di Sumatera Selatan dan saat kembali ke Jakarta pada Juni 2020. ANTARA/Hafidz Mubarak A

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan Hari Sumpah Pemuda mengajarkan masyarakat menghadapi persoalan bangsa, salah satunya korupsi. Menurut dia, perlu peran aktif seluruh masyarakat dalam pemberantasan korupsi itu di negeri ini.

"Serta perlu satu bahasa 'Antikorupsi' agar kejahatan kemanusiaan ini benar-benar sirna dari bumi pertiwi," kata dia lewat keterangan tertulis, Rabu, 28 Oktober 2020.

Firli mengibaratkan korupsi seperti penjajahan. Untuk lepas dari cengkeraman penjajah itu, kata dia, seluruh masyarakat, khususnya pemuda harus mengamalkan nilai dan esensi yang terkandung dalam Sumpah Pemuda.

"Saya kembali teringat kata-kata Proklamator, Bung Karno, 'Beri aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, Beri aku 10 pemuda akan  kuguncangkan dunia," kata dia.

Kalimat itu, kata Firli Bahuri, menunjukkan hebat dan kuatnya pengaruh pemuda terhadap perupmbahan dunia dan masa depan tanah air. Dia bilang pemuda dan pemudi akan menjadi penerus cita-cita pendiri bangsa.

"Kepada para pemuda dan pemudi Indonesia zaman now, saya berpesan, pergunakan dan isi waktu muda kalian dengan hal-hal baik, tanamkan selalu nilai-nilai agama dan kejujuran dalam diri untuk membentuk serta memperkuat Integritas," kata dia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT