Tumbuh 1,4 Persen, Pendapatan PLN Rp 212,2 T pada Kuartal III 2020
TEMPO.CO | 27/10/2020 19:59
Plt Direktur Utama PT PLN Sripeni Inten Cahyani memberikan pemaparan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin, 25 November 2019. Rapat tersebut membahas progres pembangunan pembangkit listrik 35GW dan transmi
Plt Direktur Utama PT PLN Sripeni Inten Cahyani memberikan pemaparan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin, 25 November 2019. Rapat tersebut membahas progres pembangunan pembangkit listrik 35GW dan transmisi, rencana program kerja tahun 2020, laporan PLN terkait tindak lanjut pemadaman listrik bulan Agustus 2019, dan lain-lain. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 212,2 triliun pada triwulan III 2020.

"Jumlah itu meningkat sebesar 1,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 209,3 triliun," kata Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 Oktober 2020.

Pada semester I 2020, pendapatan usaha PLN sebesar Rp 139,77 triliun atau tumbuh 1,63 persen dari realisasi periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 137,52 triliun.

Dia mengatakan meski di tengah pandemi Covid, PLN mampu membukukan penjualan tenaga listrik sebesar 181.638 GWh pada triwulan III tahun 2020. Penjualan itu mengalami pertumbuhan sebesar 0,6 persen dari 180.570 GWh pada triwulan 3 tahun 2019.

"Hal ini menjadikan penjualan tenaga listrik PLN sampai dengan September 2020 mencapai sebesar Rp 205,1 triliun, bertumbuh 1,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu di mana perusahaan membukukan penjualan tenaga listrik sebesar Rp202,7 triliun," ujarnya.

Semua ini diperoleh dengan tarif tenaga listrik yang tidak mengalami perubahan sejak 2017.

Peningkatan penjualan tenaga listrik didorong adanya pertumbuhan jumlah pelanggan perseroan menjadi sebanyak 77,9 juta hingga 30 September 2020 atau meningkat sebesar 3,4 juta pelanggan dibandingkan dengan posisi 30 September 2019 sebesar 74,5 juta pelanggan. Peningkatan penjualan listrik pada sektor rumah tangga dan industri pertanian serta industri UMKM ikut mendorong pertumbuhan penjualan yang positif.

Adapun Earnings Before Interest, Tax, Depreciation & Amortization (EBITDA) perusahaan sampai dengan triwulan 3 tahun 2020 sebesar Rp 55,9 triliun dengan EBITDA Margin sebesar 22,5 persen.

Untuk meringankan beban kelompok masyarakat yang paling terdampak pandemi COVID-19, Pemerintah memberikan stimulus dalam bentuk pembebasan tagihan rekening listrik dan keringanan biaya listrik kepada pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA dan 900 VA rumah tangga subsidi yang diperpanjang hingga bulan Desember 2020. Sebelumnya, stimulus listrik ini berlaku selama 6 bulan, yaitu April-September 2020.

Selain itu, stimulus juga diberikan dalam bentuk pembebasan biaya abanomen bagi pelanggan golongan sosial, bisnis dan industri sampai dengan 900 VA dan pembebasan rekening minimum (emin) bagi pelanggan PLN golongan sosial, bisnis, dan industri, termasuk layanan khusus dengan daya mulai 1300 VA yang berlaku mulai dari Juli hingga Desember 2020.

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti di masa pandemi, perseroan tetap terus melakukan upaya efisiensi biaya usaha. Selama triwulan 3 tahun 2020, Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik (BPP) perseroan sebesar Rp 1.340 per kWh lebih rendah Rp48 per kWh atau 3,4 persen dibandingkan BPP di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1.388 per kWh.

Baca: Alasan Erick Thohir Tunjuk Eko Sulistyo Jadi Komisaris PLN

HENDARTYO HANGGI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT