Penumpang Wajib Surat Sehat Bila Keluar Kota Naik Bus dari Terminal Pulogebang
TEMPO.CO | 25/10/2020 03:26
Calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) telantar di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Jumat 24 April 2020. Pengelola Terminal Pulogebang menutup operasional layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) mulai 24 April 2020, setelah berlakunya keb
Calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) telantar di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Jumat 24 April 2020. Pengelola Terminal Pulogebang menutup operasional layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) mulai 24 April 2020, setelah berlakunya kebijakan larangan mudik dari pemerintah. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

TEMPO.CO, Jakarta - Penumpang yang akan ke luar kota melalui Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, diwajibkan untuk menunjukkan surat sehat dari dokter kepada operator.

"Harus punya surat keterangan sehat bahwa penumpang bersangkutan tidak pilek ataupun batuk. Surat itu ditunjukkan kepada petugas sebelum memesan tiket perjalanan," kata Kepala Satuan Pelaksana Operasional Terminal Pulogebang Afif Muhroji di Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2020.

Surat keterangan kesehatan itu ditunjukkan kepada petugas cek poin di lantai mezzanine yang menjadi area pembelian tiket perjalanan bus.

Surat keterangan dokter itu disertakan saat penumpang mengisi keterangan Corona Likelihood Metric (CLM) yang merupakan aplikasi uji risiko mandiri terhadap gejala Covid-19.

Baca juga : Libur Panjang Cuti Bersama, Penumpang Berangkat dari Terminal Pulogebang Naik

Petugas cek poin akan mendata identitas penumpang untuk keperluan pelacakan (contact tracing) melalui metode epidemiologi bila terjadi kasus positif COVID-19 di suatu tempat.

"Apabila penumpang tidak memiliki alat komunikasi yang mendukung aplikasi tersebut, akan ada petugas yang membantu," katanya.

Aturan tersebut merupakan bagian dari protokol kesehatan yang kini berlaku di Terminal Pulogebang selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Protokol kesehatan juga berlaku di gerbang masuk terminal melalui pengukuran suhu tubuh penumpang serta wajib masker dan jaga jarak.

"Penumpang juga kita imbau untuk selalu mencuci tangan. Kalau di dalam bus kita tetap memberlakukan kapasitas 50 persen penumpang," ujarnya.

Operator bus memperkirakan penumpang di Terminal Terpadu Pulogebang  akan mengalami peningkatan menjelang cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28 dan 30 Oktober 2020.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini jatuh pada 29 Oktober. Sementara tanggal 31 Oktober dan 1 November 2020 jatuh pada hari Sabtu dan Ahad yang merupakan libur akhir pekan.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT