Akuisisi Blok Rokan, Pertamina Akan Kuasai 70 Produksi Minyak Nasional
TEMPO.CO | 24/10/2020 20:14
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati bersama jajaran direksi dan komisaris lainnya memberikan keterangan pers saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indota
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati bersama jajaran direksi dan komisaris lainnya memberikan keterangan pers saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Desember 2019. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut kontribusi produksi minyak nasional PT Pertamina (Persero) bakal menjadi sebesar 70 persen setelah proses alih kelola Blok Rokan di Riau rampung. 

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto memaparkan pada saat ini saja Pertamina memiliki 41 wilayah kerja atau 21 persen dari total nasional 191 WK.

Ke-41 WK itu merupakan 36 WK konvensional dan 5 WK hidrokarbon nonkonvensional (HNK) dengan perincian 12 persen merupakan WK eksplorasi dan 31 persen merupakan WK eksploitasi. Selain itu, luas wilayah Pertamina saat ini adalah seluas 216.569 km2 atau 42 persen dari total nasional yakni seluas 515.652 km2.

"Kalau Rokan masuk dari segi produksi Pertamina akan menguasai 70 persen produksi minyak nasional. Kita berharap Pertamina melaksanakan kegiatan eksplorasi yang agresif dan masif karena memang potensinya masih sangat besar," katanya dalam paparan kepada media, Jumat 23 Oktober 2020.

Dari sisi produksi, minyak mentah yang dihasilkan Pertamina sebesar 41 persen dari total produksi nasional yakni 305.862 barel oil per day (BOPD) dari total produksi nasional 710.192 BOPD.

Dwi mengatakan sebagai upaya menjaga produksi di Blok Rokan, pada masa transisi antara PT Chevron Pasific Indonesia dengan Pertamina perlu dioptimalkan investasinya.

Sampai dengan Juli 2021, CPI akan mengucurkan investasi senilai US$154 juta untuk pengeboran sumur pada 2020 yang akan meningkatkan produksi sebesar 500 BOPD dan 107 sumur pada 2021 dengan investasi US$143 juta untuk penambahan produksi sebesar 5.000 BOPD.

"Saat ini apa yang kita lakukan bagaimana kita bisa mengawal Blok Rokan sebaik-baiknya, kita bentuk tim transisi, pengajuan procurement list, terdapat 19 paket pengadaan barang dan jasa yang akan segera ditender dan lain-lain," ungkapnya.

Baca: Pertamina Akan Jual Pertalite Seharga Premium di Palembang


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT