Iran Masukkan Dubes Amerika di Irak ke Dalam Daftar Hitam
TEMPO.CO | 24/10/2020 01:37
Seorang anggota staf memindahkan bendera Iran dari panggung setelah foto grup dengan menteri luar negeri dan perwakilan dari AS, Iran, Cina, Rusia, Inggris, Jerman, Prancis dan Uni Eropa selama pembicaraan nuklir Iran di Pusat Internasional Wina di Wina,A
Seorang anggota staf memindahkan bendera Iran dari panggung setelah foto grup dengan menteri luar negeri dan perwakilan dari AS, Iran, Cina, Rusia, Inggris, Jerman, Prancis dan Uni Eropa selama pembicaraan nuklir Iran di Pusat Internasional Wina di Wina,Austria, 14 Juli 2015. [REUTERS / Carlos Barriaoto]

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Iran memasukkan nama Duta Besar Amerika Serikat di Irak ke dalam daftar hitam.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan langkah ini dilakukan sebagai balasan atas langkah serupa yang dilakukan pemerintah Amerika terhadap perwakilan negara itu di Irak.

“Duta Besar Matthew Tueller memiliki peran sentral mengoordinasi tindakan teroris di Irak dan di luar wilayah negara itu,” kata Saeed Khatibzadeh, juru bicara kemenlu Iran, lewat akun Twitter seperti dikutip Reuters pada Jumat, 23 Oktober 2020.

Khatibzadeh juga menuding Tueller terlibat dalam pembunuhan Komandan Pasukan Quds, Iran, Qassem Soleimani, yang tewas dalam serangan rudal AS di Baghdad pada Januari.

Irak memiliki hubungan kemitraan dengan Amerika Serikat dan Iran. Kedua negara membantu Irak secara militer menghadapi militan ISIS dalam pertempuran pada 2014-2017.

Pemerintah Irak merasa khawatir kedua negara ini yaitu AS dan Iran akan menggunakan wilayahnya untuk perang proksi.

Langkah Iran ini memungkinkan Teheran menyita aset milik orang yang masuk dalam daftar hitam jika berada di negara itu. Namun, sanksi ini lebih bersifat simbolis dan tidak berdampak langsung kepada diplomat AS.

Sumber

https://www.reuters.com/article/us-usa-iran-sanctions-iran/iran-blacklists-u-s-ambassador-in-iraq-reciprocating-u-s-move-idUSKBN2781L5


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT