Luhut Sebut Ada 4 Provinsi Alami Kenaikan Kasus Covid-19
TEMPO.CO | 23/10/2020 07:21
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mencatat empat provinsi mengalami kenaikan kasus Covid-19 tertinggi dalam sepekan terakhir. Keempat provinsi itu adalah Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Timur, dan Papua.

 “Di empat provinsi yang saya sebut tadi naik 7 persen dari 13, 4 persen di awal periode 9-15 September 2020 menjadi 20,5 persen di periode 14-20 Oktober 2020," ujar Luhut dalam keterangan tertulis pada Kamis, 22 Oktober 2020.

Luhut memerintahkan kepala daerah, aparatur, hingga Menteri Kesehatan Terawan memfokuskan perhatian untuk empat provinsi ini. Dia juga meminta adanya sistem karantina terpusat agar pasien dengan status tanpa gejala dan bergejala ringan tidak menyebarkan virus ke orang-orang terdekatnya saat melakukan isolasi mandiri.

Kemudian, Luhut mengatakan Kementerian Kesehatan perlu memastikan ketersediaan obat, tempat tidur intensive care unit atau ICU, dan memahami tata-laksana klinis perawatan Covid-19. Lalu Kementerian Kesehatan, tutur Luhut, harus mengecek kembali tata laksana di rumah sakit rujukan.

Upaya lain, pemerintah masih akan melibatkan TNI dan Polri yang kan bertugas mengetatkan protokol kesehatan melalui operasi yustisi. Luhut lantas mencontohkan Jawa Timur yang sudah lebih dulu menerapkan kebijakan pelibatan aparatur. Menurut dia, pelibatan aparatur efektif mengubah perilaku masyarakat hingga bisa menurunkan angka konfirmasi positif Covid-19.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini meminta lembaga atau instansi kompak menekan laju virus corona. Ia mengungkapkan pemerintah memiliki tiga strategi dalam menghadapi pandemi, yakni perubahan perilaku dan deteksi awal penyebaran, pembangunan pusat-pusat karantina dan isolasi, dan perbaikan manajemen perawatan covid-19.

"Semua mengacu pada strategi itu supaya kita betul-betul satu tim, jadi tidak ada yang jalan sendiri-sendiri," kata dia.

Meski memberikan catatan terhadap sejumlah daerah dengan peningkatan kasus Covid-19 tertinggi, Luhut mengklaim tren penanganan terhadap delapan provinsi yang masuk zona merah semakin membaik.  “Sejak 9 September 2020, saya diperintahkan menangani delapan provinsi yang  kontribusi terhadap kasus nasionalnya 72 persen. Sampai hari ini, di delapan provinsi itu tinggal 60,6 persen kontribusinya kepada nasional,” tuturnya.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT