Luhut: Dunia Enggak Usah Menggajari Kita Soal Lingkungan
TEMPO.CO | 22/10/2020 22:53
Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Hari Kemerdekaan ke-75 RI kali ini diperingati dalam suasana yang berbeda. Musababnya, Indonesia tengah menghadapi cobaan yang berat karena wabah corona. Hal tersebut
Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Hari Kemerdekaan ke-75 RI kali ini diperingati dalam suasana yang berbeda. Musababnya, Indonesia tengah menghadapi cobaan yang berat karena wabah corona. Hal tersebut disampaikannya melalui video pendek yang diunggahnya di akun Instagram pribadinya. Instagram/@luhut.pandjaitan

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan program penanaman mangrove sebagai bagian dari pemulihan ekonomi nasional (PEN). Program tersebut dijalankan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Program ini akan menunjukan kepada dunia bahwa KLHK dan KKP kita sangat peduli dengan lingkungan, jadi  mereka (dunia) enggak usah ngajarin kita soal lingkungan," ucap Luhut dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 22 Oktober 2020.

Sampai empat tahun mendatang, Luhut menargetkan pemanfaatan lahan mangrove bisa mencapai 600 hektare. Pemanfaatan lahan mangrove tersebut, kata dia, telah didukung oleh Bank Dunia atau World Bank.

Menurut Luhut, dibutuhkan konsistensi untuk menyukseskan program PEN penanaman mangrove. Bila berhasil, mangrove akan menjadi ekosistem ikan dan kepiting serta pemeliharaannya pun akan membuka lapangan pekerjaan baru.

Ia kemudian mencontohkan sejumlah daerah, memiliki potensi mangrove. Salah satunya Brebes. “Di sini Bupati Brebes punya 140 hektare (lahan). Bisa dibayangkan potensi di Brebes ini,” ucapnya.

Luhut meminta anak buahnya melobi investor dari Abu Dhabi dan Eropa untuk memuluskan rencana pengembangan budidaya mangrove. Lobi ini berangkat dari kekaguman negara luar terhadap ekosistem mangrove di Indonesia.

Dia menceritakan bahwa Pemerintah Abu Dhabi kaget terhadap kondisi mangrove di Indonesia yang memiliki 126 jenis. Musababnya, jumlah ini berkali-kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan mangrove di Abu Dhabi yang hanya tumbuh satu jenis.  

“Luas mangrove kita yang 3,31 juta hektare ini merupakan 30 persen mangrove dunia atau 42 persen mangrove di Asia. Indonesia itu yang paling besar,” kata Luhut

Ihwal program penanaman mangrove, Luhut menjelaskan pada tahap awal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan mengembangkan mangrove di lahan seluas 46.758 hektare di 34 provinsi. Sedangkan KKP akan mengembangkan mangrove di lahan seluas 1.522,91 hektare. Pengembangan penanaman mangrove lebih dilakukan di Pulau Cemara, Brebes.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT