Libur Panjang, BNPB Imbau Masyarakat Liburan Aman tanpa Kerumunan
TEMPO.CO | 22/10/2020 21:00
Kepala BNPB Doni Monardo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2020. Selain membahas anggaran pagu untuk program kerja tahun 2021, rapat juga membahas perkembangan penanganan COVI
Kepala BNPB Doni Monardo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2020. Selain membahas anggaran pagu untuk program kerja tahun 2021, rapat juga membahas perkembangan penanganan COVID-19 dan penanganan bencana alam di Indonesia. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengimbau masyarakat memilih libur panjang dengan aman dan nyaman, tanpa kerumunan.

"Mudah-mudahan pimpinan di daerah bisa memberikan penjelasan sampai ke RT/RW kepada masyarakat," kata Doni dalam keterangan virtual, Kamis, 22 Oktober 2020.

Menurutnya, yang paling utama bagi masyarakat di masa liburan adalah patuh pada protokol kesehatan. Adapun libur panjang Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW akan terjadi pada akhir Oktober 28 sampai dengan 30 Oktober 2020.

Doni mengatakan pada rapat terbatas beberapa hari lalu Presiden Joko Widodo atau Jokowi mewanti-wanti para menteri, yang juga dihadiri Panglima TNi dan Kapolri, mengingat libur panjang. Dia menuturkan yang dilakukan pada liburan beberapa bulan lalu meningkatkan kasus positif di banyak daerah, terutama di DKI dan beberapa kota lainnya.

Pada Mei saat Idul fitri, pemerintah memperingatkan kepada masyarakat untuk tidak mudik. Setelah lebaran ada kenaikan kasus positif Covid-19, tapi tidak besar. Hal itu juga terjadi pada Idul Adha.

Namun setelah liburan panjang pasca 17 Agustus, sekitar 20 Agustus sampai minggu keempat terjadi peningkatan kasus sehingga sampai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan PSBB ketat. Pengumuman itu, dilakukan karena hampir seluruh rumah sakit di Jakarta tingkat keterisian ruang ICU mengalami peningkatan, beberapa di antaranya bahkan mencapai 100 persen. Secara umum menyeluruh di luar Jakarta mencapai 82-83 persen pada 9 September.

Selanjutnya dilakukan beberapa langkah pembatasan dan Jokowi meminta menambah ICU di rumah sakit-rumah sakit. Akhirnya kata dia, hingga 21 Oktober terjadi penurunan kasus positif. Serta, tingkat kesembuhan meningkat jadi 79,73 persen atau meningkat 7,20 persen kasus sembuh sejak 20 September sampai 21 Oktober 2020.

HENDARTYO HANGGI

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT