Satgas Klaim Uji PCR Covid-19 Sudah Capai 82,51 Persen dari Target WHO
TEMPO.CO | 22/10/2020 18:56
Seorang pekerja diambil sampel darahnya saat menjalani rapid tes serology di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2020. Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) melakukan rapid test serelogy dan PCR Swab secara berkala kepada para tenaga k
Seorang pekerja diambil sampel darahnya saat menjalani rapid tes serology di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2020. Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) melakukan rapid test serelogy dan PCR Swab secara berkala kepada para tenaga kesehatan, staf, dan pekerja pendukung lainnya sebagai upaya untuk menjaga kesehatan dan keamanan bagi para awak rumah sakit tersebut. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengklaim target uji Covid-19 melalui PCR sudah mencapai 82,51 persen dari target WHO.

"Perkembangan pemeriksaan Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan signifikan," kata Wiku dalam konferensi pers, Kamis, 22 Oktober 2020.

Target WHO untuk pengujian PCR adalah satu berbanding 1.000 penduduk per minggu. Dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia 267 juta jiwa, maka target WHO adalah dilakukan pemeriksaan PCR Covid-19 kepada 267 ribu orang per minggu.

Wiku mengatakan, jika dibandingkan pada Juni 2020, pemeriksaan Covid-19 melalui PCR baru mencapai 16,86 persen dari target WHO. "Ini prestasi sangat baik. Pemerintah masih terus bekerja keras mencapai target rekomendasi WHO," kata dia.

Di sisi lain, Wiku mengatakan pemerintah juga mendorong pemerataan testing di tingkat daerah provinsi, kabupaten dan kota. Namun, Indonesia yang merupakan negara kepulauan lah yang menjadi tantangan pemerataan testing Covid-19.

Sebab, terdapat kendala dalam transportasi, logistik, pengiriman spesimen, laporan hasil pemeriksaan, distribusi alat penunjang seperti reagen, alat PCR, dan alat habis pakai yang mempengaruhi kapasitas laboratorium dalam melakukan pemeriksaan Covid-19.

"Mohon seluruh pemda segera komunikasi dengan Kemenkes maupun Satgas apabila membutuhkan bantuan dalam penanganan Covid-19," katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT