Trending Bisnis: Ahok 'Nyaru' jadi Dirut Pertamina Hingga Pesta Diskon KFC
TEMPO.CO | 20/10/2020 06:28
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama mendengarkan penjelasan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petr
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama mendengarkan penjelasan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Desember 2019. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Senin, 19 Oktober 2020, dimulai dari Ahok yang berkelakar tentang posisi direktur utama PT Pertamina (Persero). Ada juga soal program diskon KFC yang ditawarkan di masa ulang lahun gerai tersebut. 

Selain itu ada soal IHSG yang berbalik menjadi menguat ke level 5.000-an dam Menteri Sri Mulyani yang membandingkan besar utang RI dengan negara lain. Ada juga soal omnibus law yang sempat paling bayak dibicarakan warganet.

Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

1. Di Pertamina Rapat hingga Empat Kali Sepekan, Ahok: Saya Dirut Nyaru Komut

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menceritakan kesibukannya sebagai bos perseroan pelat merah. Saking sibuknya, ia dan jajaran dewan komisaris perseroan pelat merah itu bisa menggelar rapat hingga empat kali dalam sepekan.

Padatnya kegiatan ini tak berbeda dengan aktivitas jajaran dewan direksi. Padahal, umumnya, kewajiban dewan komisaris perusahaan hanya menggelar rapat sebanyak empat kali selama setahun.

“Ada yang meledek saya komut (komisaris utama) rasa dirut (direktur utama). Saya bercanda, saya dirut nyaru komut,” ucap Ahok dalam sesi wawancara bersama seniman Butet Kartaredjasa dalam sesi Butet Srawung yang diunggah melalui YouTube pribadi Butet, sepekan lalu, Ahad, 11 Oktober 2020.

Baca lebih jauh tentang berita Pertamina di sini.

2. Ulang Tahun Ke-41, KFC Gelar Diskon Beli 5 Ayam Bayar Rp 41 Ribu

Gerai waralaba KFC Indonesia menggelar diskon 50 persen untuk pembelian lima potong ayam goreng. Dengan promo ini, pelanggan hanya membayar Rp 41 ribu untuk lima ayam dari yang semula dipatok Rp 84 ribu.

"KFC Indonesia mau traktir KFC Lovers dalam rangka ulang tahun ke-41 nih! Gak tanggung-tanggung, 5 potong ayam cuma setengah harga! Yuk serbu promo Half Price 5," tulis manajemen dalam akun Instagram resmi terverifikasi milik KFC, @kfcindonesia, Ahad, 18 Agustus 2020.

Dengan diskon ini, pelanggan hanya membayar Rp 41 ribu untuk lima ayam dari yang semula dipatok Rp 84 ribu. Adapun diskon berlaku selama tiga hari, yakni mulai 19 hingga 21 Oktober di hampir seluruh gerai KFC Indonesia.

Simak lebih jauh tentang KFC di sini.

2. Sri Mulyani Bandingkan Utang Indonesia dan Negara Lain

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali memberi penjelasan soal utang Indonesia yang menjadi sorotan beberapa waktu terakhir. Menurut dia, kenaikan utang ini merupakan tren yang sedang terjadi secara global di tengah pandemi COvid-19.

"Semua negara terjadi kenaikan," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita secara virtual pada Senin 19 Oktober 2020.

Sebelumnya, utang Indonesia menjadi sorotan dalam laporan terbaru Bank Dunia. Lembaga ini menyebut Indonesia masuk dalam 10 besar negara berpendapatan menengah kecil alias berkembang yang memiliki utang luar negeri terbesar. Akan tetapi, Sri Mulyani membandingkan utang Indonesia tidak hanya dengan negara berkembang, tapi juga negara maju.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa tren kenaikan utang secara global ini terjadi karena banyak negara memperlebar defisit anggaran mereka. Pelebaran bahkan terjadi secara besar di negara yang selama ini menerapkan defisit secara hati-hati.

Baca lebih jauh mengenai utang di sini.

3. IHSG Sentuh 5.000, Menko Airlangga Klaim Kinerja Ekonomi Mulai Membaik

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim perekonomian nasional mulai menunjukkan tren positif pada kuartal keempat atau awal Oktober 2020. Salah satu indikatornya adalah membaiknya kondisi indeks harga saham gabungan atau IHSG yang telah merangkak di level 5.000-an setelah sempat terpuruk di level 3.900-an pada Maret lalu.

“Dari sisi pasar modal, Kinerja IHSG dan nilai tukar meningkat masing-masing 5.105 dan Rp 14.690 pada 15 Oktober. Kinerja IHSG didorong peningkatan indeks saham sektoral, sektor industri dasar mengalami pemulihan indeks sejak penurunan Maret,” ujar Airlangga dalam pembukaan Capital Market Summit and Expo yang ditayangkan secara virtual pada Senin, 19 Oktober 2020.

Optimisme dan kepercayaan investor merupakan faktor penting bagi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Menurut Airlangga, dengan kepercayaan tersebut, aliran modal masuk bakal kembali deras. Aliran modal masuk atau capital inflow merupakan kontribusi besar dari sisi eksternal yang mendukung kegiatan-kegiatan perekonomian.

Simak lebih jauh tentang IHSG di sini. 

4. Soal Vaksin Covid-19 Gratis, Sri Mulyani: Yang Mampu Bisa Bayar Sendiri

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati angkat bicara soal rencana terkait vaksinasi Covid-19. Sejumlah hal yang menjadi fokus pemerintah terkait vaksin adalah penentuan harga, sumber, pengadaan dan distribusinya. 

Dengan perencanaan yang matang, pemerintah berharap bisa segera diputuskan masyarakat yang akan divaksinasi pertama dan siapa yang akan mendapatkan vaksinasi gratis.

"Dalam ketidakpastian kita tetap harus buat perencanaan. Kementerian Kesehatan sudah buat perencanaan di semua provinsi di daerah, siapa segmen yang harus jadi prioritas utama dulu, berapa jumlah mereka dan siapa yang akan melakukan vaksinasi," kata Sri Mulyani, Senin, 19 Oktober 2020.

Baca lebih jauh tentang Sri Mulyani di sini.

5. Pasal Migas di Omnibus Law UU Cipta Kerja, Tercantum Meski Tak Pernah Disetujui

Fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat masih memperdebatkan sejumlah pasal di Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja setelah pengesahan pada 5 Oktober 2020 lalu. Namun anggota Badan Legislasi dari Fraksi Golkar, Firman Soebagyo, mengklaim tak ada lagi pembahasan substansi setelah omnibus law disahkan.

Ia mengatakan pertemuan Baleg hanya untuk menyisir ulang pasal-pasal dalam aturan itu. "Ketua Kelompok Fraksi juga ikut memantau," kata Firman dikutip dari Majalah Tempo edisi 17 Oktober 2020.

Salah satu yang diperdebatkan setelah pengesahan ialah penambahan Pasal 46 ayat (5) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Pada 30 September lalu, Fraksi Golkar mengusulkan perubahan ayat (5) yang menyatakan pengaturan tarif pengangkutan gas bumi melalui pipa oleh Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas Bumi harus mendapatkan persetujuan menteri.

Simak lebih jauh tentang Omnibus Law di sini.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT