Perdana Menteri Slovakia Ingin Semua Warganya Tes Covid-19
TEMPO.CO | 19/10/2020 07:00
Perdana Menteri Slovakia Igor Matovic mengenakan masker saat memulai konferensi pers di Bratislava, Slovakia, 21 Maret 2020. [REUTERS / Radovan Stoklasa]
Perdana Menteri Slovakia Igor Matovic mengenakan masker saat memulai konferensi pers di Bratislava, Slovakia, 21 Maret 2020. [REUTERS / Radovan Stoklasa]

TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Slovakia Igor Matovic pada Sabtu mengumumkan rencana untuk menguji semua orang yang berusia 10 tahun ke atas di negara itu untuk tes Covid-19.

Rencana PM Matovic diumumkan setelah melihat lonjakan infeksi baru-baru ini di seluruh Slovakia. Dikutip dari CNN, 18 Oktober 2020, kantor berita Slovakia TASR melaporkan Matovic yakin satu-satunya cara untuk mengatasi wabah adalah melalui pengujian massal.

Berbicara kepada negara dalam pidato yang disiarkan televisi, Matovic berjanji bahwa jika pengujian yang meluas tidak terjadi, dia akan mengajukan pengunduran dirinya.

"Saya khawatir langkah-langkah perlindungan saat ini menjadi tidak berguna," kata Matovic. Bagaimanapun, pengujian massal ini tidak ada salahnya, itu hanya dapat membantu kita.

Menurut TASR, Matovic mengatakan pengujian akan dilakukan secara gratis untuk populasi 5,4 juta. Kampanye ini diharapkan berlangsung selama dua akhir pekan mulai akhir Oktober.

Belum diketahui apakah partisipasi itu wajib, kata TASR.

Perdana Menteri Slovakia Igor Matovic tiba untuk pertemuan tatap muka pertama Uni Eropa sejak wabah penyakit virus corona (Covid-19), di Brussel, Belgia 17 Juli 2020. [John Thys / Pool via REUTERS]

"Jika kita berhasil melakukan ini, kita bisa memberi contoh bagi seluruh dunia," kata Matovic.

Uji coba di area tertentu dijadwalkan untuk akhir pekan depan, sedangkan pengujian utama akan berlangsung pada akhir Oktober dan awal November, menurut Medical Xpress.

Pemerintah Slovakia mengumumkan keadaan darurat awal bulan ini sebagai tanggapan atas lonjakan infeksi dan kematian akibat virus corona. Slovakia juga memperkenalkan pembatasan baru minggu ini.

Sekolah menengah telah beralih ke pembelajaran jarak jauh, semua acara massal, termasuk kebaktian gereja, dilarang. Pusat kebugaran dan kolam renang ditutup, sementara restoran hanya dapat melayani pelanggan di luar ruangan.

Pada hari Sabtu, kementerian kesehatan melaporkan hampir 2.000 kasus virus corona baru yang dikonfirmasi, sehingga totalnya menjadi lebih dari 28.000.

Sebelas orang yang terinfeksi juga meninggal, menjadikan total kematian pada 82.

Pada hari Sabtu, sekitar 500 orang berkumpul di luar gedung pemerintah Slovakia di pusat kota Bratislava untuk memprotes pembatasan sosial terbaru, meskipun ada larangan pertemuan lebih dari enam orang.


Sumber:

https://edition.cnn.com/world/live-news/coronavirus-pandemic-10-18-20-intl/h_beb93495fe9b83701023eafd5f28e39d

https://medicalxpress.com/news/2020-10-slovakia-country-coronavirus.html


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT