Dompet Cai Changpan Ditemukan, Isinya Duit Jutaan Rupiah
TEMPO.CO | 18/10/2020 15:15
Beberapa polisi berpakaian 'preman' berjaga di sekitar ex pabrik pengolahan limbah ban, tempat ditemukannya Cai Changpan yang tewas dengan cara gantung diri di Cikidung RT 02/09, Koleang, Jasinga, Kabupaten Bogor, Sabtu 17 Oktober 2020. Dok. Istimewa
Beberapa polisi berpakaian 'preman' berjaga di sekitar ex pabrik pengolahan limbah ban, tempat ditemukannya Cai Changpan yang tewas dengan cara gantung diri di Cikidung RT 02/09, Koleang, Jasinga, Kabupaten Bogor, Sabtu 17 Oktober 2020. Dok. Istimewa

TEMPO.CO, Tangerang - Tim pemburu terpidana mati Cai Changpan, yang kabur dari Lapas Kelas 1 Tangerang, menemukan dompet WNA China yang telah gantung diri itu. Barang bukti itu berisi uang tunai, diantaranya pecahan seratus dan lima puluh ribu rupiah.     

Setelah lebih dari satu bulan diburu polisi di hutan Tenjo, Kebupaten Bogor, Cai Changpan ditemukan tewas dalam persembunyiannya di Desa Koleang, Kecamatan Jasinga. 

Ketua tim gabungan pemburu napi kabur itu, Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Tangerang Ajun Komisaris Besar Pratomo Widodo mengatakan di dalam dompet Cai Changpan ditemukan uang tunai senilai Rp 1.060 ribu. Uang tersebut saat ini disita sebagai barang bukti.

"Hari ini kami sisir di mana dia simpan barang-barangnya," kata Pratomo dihubungi Tempo Ahad 18 Oktober 2020.

Pratomo memastikan di dekat jasad Cai Changpan alias Cai Ji Fan atau Jong Fan tidak ditemukan barang lain.

Baca juga: Dalam Pelarian, Cai Changpan Diduga Bawa Pistol dan Senjata Tajam

Jenazah pria  asal Cina yang fasih berbahasa Indonesia itu saat ini dalam autopsi RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur. "Nantinya jenazah diserahkan kepada keluarganya," kata Pratomo.

Pratomo mengatakan penemuan Cai Changpan dilaporkan anggotanya yang siaga di titik posko Desa Koleang. Desa ini merupakan satu dari 27 posko yang disebar di 12 desa di Kecamatan Tenjo dan Jasinga sejak 22 September 2020.

Tim pemburu napi kabur pimpinan Pratomo itu terdiri atas 60 orang anggota kepolisian dari Satuan Narkoba dan Satuan Reserse Polres Tangerang dan Brimob Polda Metro Jaya.

"Pada Sabtu pagi kami menggerebek pabrik pembakaran ban di Koleang, di situ kami menemukan sosok napi dalam kondisi bunuh diri dengan menggantung," kata Pratomo.

Polisi mengendus lokasi pabrik pembakaran ban milik Sumi itu berkat informasi penjaga pabrik bernama Yudi alias Bodong. Lokasi pabrik itu berada sekitar 3 kilometer dari jalan Raya Tenjo-Jasinga, masuk ke dalam hutan.

"Dari tanggal 16 Oktober 2020, pergerakan Jong Fan sudah di situ tapi kadang ngilang,"kata Pratomo.

Pada 17 Oktober pukul 10.30 tim gabungan pemburu napi mendapati Jong Fan sudah tewas gantung diri.

Poster Napi Kabur Cai Changpan yang dirilis polisi. Dok: Polda Metro Jaya

Dalam video yang diterima Tempo, napi narkoba itu ditemukan di sisi bangunan pabrik pembakaran ban bekas di tengah hutan. Wajah Cai Changpan tertutup topi pet abu-abu kecoklatan yang memudar  warnanya. Jasad itu mengenakan kaos lengan pendek dua warna merah marun dan hijau pupus. Bercelana panjang abu-abu terlihat penuh debu. Pada leher tertutup handuk putih dipakai menyelempang seperti syal menutup bagian leher hingga dada.

Cai Changpan melarikan diri dari Lapas kelas 1 Tangerang pada 14 September 2020. Dia menggali terowongan sepanjang 30 meter. 

Baca juga: 5 Fakta Pelarian Cai Changpan Hingga Ditemukan Gantung Diri di Hutan Jasinga

Pasukan polisi berbaju preman dilengkapi senjata api dan empat anjing pelacak dikerahkan memburu Cai Changpan di hutan Tenjo sejak 22 September 2020. WNA asal Cina yang jago bela diri itu tewas setelah menjadi pelarian selama 34 hari.

AYU CIPTA






 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT