5 Fakta Pelarian Cai Changpan Hingga Ditemukan Gantung Diri di Hutan Jasinga
TEMPO.CO | 18/10/2020 04:40
Pengunjung warung makan di Tenjo membaca selebaran narapidana Cai Changpan kabur yang disebar polisi, Jumat 16 Oktober 2020. FOTO; AYU CIPTA I Tempo
Pengunjung warung makan di Tenjo membaca selebaran narapidana Cai Changpan kabur yang disebar polisi, Jumat 16 Oktober 2020. FOTO; AYU CIPTA I Tempo

TEMPO.CO, Jakarta - Pelarian Cai Changpan, terpidana mati kasus narkoba, akhirnya terhenti setelah polisi menemukannya tewas gantung diri di dalam hutan Jasinga, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu pagi, 17 Oktober 2020. Sebelum ditemukan tewas, polisi sempat kewalahan mencari WNA Cina itu.

Baca Juga: Sebelum Gantung Diri, Cai Changpan Ancam Satpam Pabrik Pembakaran Ban

Berikut ini merupakan 5 fakta dari pelarian Cai Changpan hingga akhirnya ditemukan tewas di hutan Jasinga.

1. Gali lubang 30 meter selama delapan bulan

Cai Changpan alias Cai Ji Fan berhasil kabur dari Lapas Kelas 1 Kota Tangerang setelah menggali lubang sedalam dua meter dengan panjang 30 meter selama delapan bulan. Cai Changpan menggali menggunakan sekop kecil, obeng, dan pahat hingga lubang itu tembus ke gorong-gorong di luar lapas.

Mengenai asal-usul alat yang digunakan Cai Changpan itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan pelaku mendapatkannya dari lokasi pembangunan dapur di dalam penjara. "Memang di dalam sel Lapas itu sedang ada pembangunan dapur," kata dia. 

2. Baru diketahui kabur 11 jam kemudian

Cai Changpan sebelumnya melarikan diri pada Senin 14 September 2020 dini hari pukul 02.30. Petugas Lapas Kelas 1 Kota Tangerang baru mengetahui narapidananya kabur dari penjara 11 jam kemudian. Dalam rentang waktu tersebut, sudah ada tiga kali pergantian petugas Lapas. 

Dari hasil keterangan masyarakat di sekitar Lapas, Yusri mengatakan para sopir taksi yang mangkal di sana sempat melihat Cai mampir ke warung untuk membeli rokok. "Jeda waktu dia melarikan diri sekitar 4-5 jam saja itu dia sudah sampai di kediamannya di daerah Tejo, Bogor sana," kata dia. 

3. Polisi temukan pondok persembunyian Cai Changpan di hutan Tenjo 

Polisi menduga Cai Changpan bersembunyi di hutan Tenjo, Bogor, Jawa Barat. Yusri menjelaskan alasan Cai Changpan kabur ke sana karena sudah familiar dengan medan di hutan itu. "Cai Changpan sering berburu di hutan, dia hafal hutan itu."

Cai juga pernah mengikuti pelatihan militer di Cina. Dua alasan itu membuat polisi menduganya bisa bertahan di hutan, "Hutan itu cukup luas, tim masih bergerak di sana.”

Selain itu, polisi juga sempat menemukan pondokan di tengah hutan Tenjo, Bogor tempat Cai bersembunyi. Masyarakat sekitar hutan Tenjo pun mengaku pernah beberapa kali melihat Cai keluar masuk hutan. 

Polisi berbaju preman tengah memperhatikan dua orang wartawan yang sedang mengambil gambar di rumah Cai Changpan, terpidana mati kasus narkoba di Cilaku, Tenjo, Kabupaten Bogor, Rabu 7 Oktober 2020. TEMPO/M.A MURTADHO

4. Dua petugas Lapas ditetapkan sebagai tersangka

Polisi menetapkan dua petugas Lapas menjadi tersangka dalam kasus kaburnya Cai Changpan, mereka masing-masing berinisial S dan S. Tersangka pertama merupakan Wakil Komandan Regu 2 dari pegawai Lapas dan tersangka lainnya adalah pegawai kesehatan di Lapas. 

Penetapan mereka sebagai tersangka setelah polisi melakukan gelar perkara. Hasilnya, kedua petugas itu terbukti membantu Cai Changpan kabur dari penjara dengan menyediakan pompa untuk menguras air di lubang yang digali untuk kabur. 

Mereka juga diketahui kerap menyimpan pompa tersebut setiap habis digunakan Cai Changpan selama delapan bulan penggalian. Sebagai imbalan telah membelikan dan mengantarkan pompa ke kamar selnya, kedua petugas itu mendapat imbalan sebesar Rp 200 ribu dari WNA asal Cina itu. 

5. Ditemukan tewas gantung diri di hutan Jasinga 

Cai Changpan akhirnya ditemukan polisi pada Sabtu, 17 Oktober 2020 pukul 10.30. Namun nahas saat ditemukan polisi, narapidana yang sudah menjadi mualaf itu dalam kondisi gantung diri di sebuah pabrik pembakaran ban di dalam Hutan Jasinga, Bogor, Jawa Barat. 

Dari hasil pemeriksaan sementara, Cai Changpan ternyata kerap menjadikan pabrik itu tempat untuk menginap dan satpam sudah mengetahuinya. Namun, WNA Cina itu kerap memaksa sang satpam tutup mulut. 

"Dia (satpam) juga sempat diancam (Cai Changpan), gak boleh lapor ke siapa-siapa. Ini yang kemudian dilaporkan ke tim," kata Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Sabtu, 17 Oktober 2020. 

Setelah mendapat laporan, tim kepolisian kemudian bergerak menuju pabrik yang dimaksud di dalam Hutan Jasinga. Namun saat digerebek, polisi menemukan Cai Changpan sudah dalam keadaan tewas gantung diri. Jasadnya lalu dikirim ke RS Polri Kramatjati untuk diautopsi 

 

 

 

 

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT