PT INKA Gandeng 4 BUMN Lain Garap Proyek Transportasi di Kongo USD 11,8 Miliar
TEMPO.CO | 15/10/2020 10:26
Kereta Diesel Multiple Unit (DMU) yang baru dibeli PNR dari PT INKA Indonesia.[Departemen Transportasi Filipina/Philippine Information Agency]
Kereta Diesel Multiple Unit (DMU) yang baru dibeli PNR dari PT INKA Indonesia.[Departemen Transportasi Filipina/Philippine Information Agency]

TEMPO.CO, Madiun - PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) kembali mendapat proyek transportasi kereta di luar negeri. Kali ini, proyek akan dikerjakan di Republik Demokratrik Kongo dan bakal dimulai tahun depan.  

Pekerjaan dengan nilai kontrak US$ 11,8 miliar atau setara dengan Rp 173,77 triliun (kurs Rp 14.726 per dolar AS) itu untuk pembuatan sejumlah lokomotif, gerbong barang, KRDE (Kereta Rel Diesel Elektrik), dan KRL (Kereta Rel Listrik). Selain itu, perusahaan pelat merah itu juga menggarap pengadaan infrastruktur seperti pembangunan jalur kereta dengan panjang total mencapai 4.100 kilometer.

Pada tahap awal selama empat tahun ke depan, pembangunan jalur kereta ditargetkan sepanjang 580 kilometer. “Untuk pengerjaan infrastruktur perkeretaapian di sana kami mengajak beberapa BUMN karya di Indonesia,” kata Direktur PT INKA Budi Noviantoro, Rabu, 14 Oktober 2020.

BUMN lain yang dilibatkan dalam proyek berskala besar itu adalah PT Len Industri (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (Persero). Kelimanya bersinergi dengan TSG Global Holding selaku pihak investor. Kerjasama sejumlah pihak itu telah ditandatangani di kantor PT INKA di Kota Madiun.  

Setelah itu, Budi melanjutkan, pihaknya segera melakukan survei lapangan ke Republik Demokratrik Kongo. Kegiatan itu direncanakan awal November 2020 atau paling lambat awal 2021. “Kalau untuk perlengkapan sudah siap di INKA. Proyek ini dimulai tahun depan,” ujar dia.

CEO TSG Global Holdings Rubar Sandi mengatakan kerja sama antara Republik Demokratik Kongo dengan lima BUMN merupakan realisasi hubungan baik yang selama ini terjalin. “Saya sudah bertemu dengan perusahaan lain yang termasuk BUMN dan mengunjungi Republik Demokratik Kongo sebelumnya. Kerjasama ini merupakan bentuk kerjasama yang baik antara pemerintah Kongo dengan para BUMN di Indonesia,” ujar Rubar.

Ekspansi pengerjaan proyek ke Kongo itu menambah daftar panjang pekerjaan PT INKA di pasar luar negeri. Sebelumnya, perusahaan yang memiliki kantor pusat di Kota Madiun itu telah merampungkan 250 kereta pesanan Bangladesh pada awal Oktober 2020.

Proyek ekspor lain yang sedang dikerjakan PT INKA (Persero) saat ini antara lain tiga lokomotif dan 15 kereta commuter pesanan Filipina dengan nilai kontrak Rp363 miliar dan 31 train set LRT untuk PT KAI (Persero) dengan nilai kontrak sebesar Rp 3,9 triliun.

Baca: Bos PT INKA Beberkan Strategi Tembus Pasar Global: Pasang Harga di Bawah Cina


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT