Trending Bisnis: Gedung ESDM Belum Diasuransi; Faisal Basri: Omnibus Law Cacat
TEMPO.CO | 10/10/2020 08:34
Suasana lobi Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM yang dirusak dan dijarah massa di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020. Aksi vandalisme ini terjadi dalam demo menolak pengesahan UU Cipta Kerja di kawasan Jakarta Pusat. Tempo/Adam Prirez
Suasana lobi Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM yang dirusak dan dijarah massa di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020. Aksi vandalisme ini terjadi dalam demo menolak pengesahan UU Cipta Kerja di kawasan Jakarta Pusat. Tempo/Adam Prireza.

TEMPO.CO, JakartaBerita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang hari Jumat 9 Oktober 2020, dimulai dari berita tentang gedung ESDM belum terdaftar asuransi BMN, Julia Koch yang kekayaannya tergerus miliaran dolar dan Faisal Basri yang meyakini Omnibus Law memiliki banyak cacat. 

Selain itu ada juga BKPM yang meminta rakyat agar tidak lebih kuat dari negara dan aset Sarinah selamat dari kerusuhan demo UU Cipta Kerja.

Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

1. Rusak Akibat Demo, Gedung Kementerian ESDM Belum Terdaftar Asuransi BMN

Belasan halte Transjakarta hingga kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang rusak akibat demo menolak Undang-undang atau UU Cipta Kerja belum dijaminkan dalam Asuransi Barang Milik Negara (BMN).

“Kalau sudah diasuransi, halte akan diganti dan kerusakan bangunan termasuk kaca di Gedung Kementerian ESDM diganti,” ujar Ketua Konsorsium Asuransi BMN Didit Mehta Priadi saat dihubungi Tempo, Jumat, 9 Oktober 2020.

Asuransi BMN telah memperluas cakupan jaminannya untuk perlindungan terhadap risiko huru-hara, sabotase, termasuk demo. Perlindungan hanya berlaku untuk aset atau bangunan dan perlengkapan yang menempel di bangunan tersebut, seperti kaca.

2. Julia Flesher Koch, Orang Kaya di Dunia yang Kekayaannya Tergerus USD 5,7 M

Julia Flesher Koch menjadi orang kaya di dunia. Menurut Bloomberg Billionaire Index per Kamis, 8 Oktober 2020, Koch kini mengantongi kekayaan US$ 53,6 miliar atau di urutan ke-20 orang terkaya di dunia. Sepanjang tahun ini, kekayaannya telah tergerus 9,3 persen atau US$ 5,7 miliar.

Di jajaran wanita paling tajir dunia, Flesher Koch berada di urutan ketiga setelah Alice Walton (yang ada di urutan ke-16 orang terkaya dunia dengan kekayaan US$ 61,2 miliar) dan MacKenzie Scott (di posisi 15 orang terkaya dunia dengan total kekayaan US$ 61,4 miliar). Dia juga berada satu peringkat di bawah saudara iparnya, Charles Koch, dengan kekayaan hampir sama sebesar US$ 56,3 miliar. 

Mantan suami Flesher Koch adalah David Hamilton Koch, salah satu pengusaha terkaya Amerika Serikat. David meninggal pada 23 Agustus 2019. Pasca wafatnya David, Flesher Koch dan ketiga anaknya mewarisi sekitar 42 persen saham Koch Industries. 

3. Ekonomi Bisa 7 Persen, Faisal Basri: Tak Perlu Omnibus Law yang Banyak Cacatnya

Ekonom Senior Institute for Development of Economics (Indef) Faisal Basri mengatakan Omnibus Law Cipta Kerja bukanlah jawaban untuk menciptakan lapangan kerja, bahkan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Menurut Faisal, target tersebut masih sulit tercapai padahal di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur sangat masif dilakukan dan inflasi berada pada level terendah sepanjang sejarah.

"Mengapa dengan segala keberhasilan yang fenomenal itu pertumbuhan justru melemah dibandingkan dengan periode pemerintahan sebelumnya?" sebut Faisal dalam blog-nya, Jumat 9 Oktober 2020.

4. BKPM: Negara Tak Boleh Semena-mena, tapi Rakyat Jangan Lebih Kuat dari Negara

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan perlu adanya keseimbangan antara semua pihak dan win-win solution agar Indonesia bisa menyelesaikan persoalan investasi di Tanah Air. Menurut Bahlil, masuknya investasi adalah solusi untuk menciptakan lapangan kerja di Indonesia.

"Karena itu negara harus hadir bersama-sama dengan rakyat dan pengusahanya. Pengusahanya tidak boleh mengatur negara, negara tidak boleh semena-mena pada pengusaha. Begitu pun sebaliknya. Pengusaha dan negara tidak boleh semena kepada rakyat, tapi rakyat juga jangan terlalu lebih kuat dari negara dan pengusaha, butuh keseimbangan. Keseimbangan ini harus ada win-win," ujar dia dalam konferensi video, Kamis, 8 Oktober 2020.

Bahlil mengatakan salah satu semangat dari UU tersebut adalah untuk menumbuhkembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah agar bisa cepat naik kelas. Pasalnya, saat ini sekitar 83 persen tenaga kerja Indonesia berpendidikan di bawah SMA dan lebih banyak bekerja di sektor informal.

5. Aset Sarinah Dipastikan Tak Ada yang Rusak Akibat Demo Tolak UU Cipta Kerja

Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Fetty Kwartati memastikan massa penolak Undang-undang atau UU Cipta Kerja tak merusak aset-aset gedung milik perusahaannya kala demo kemarin, Kamis, 8 Oktober 2020.

"Kondisi Gedung Sarinah aman dan tidak ada kerusakan," ujarnya saat dihubungi Tempo pada Jumat, 9 Oktober 2020.

Sejumlah halte Transjakarta di sepanjang Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat hangus terbakar pada Kamis, 8 Oktober 2020, pasca ricuh demo tolak UU Cipta Kerja. Satu di antaranya adalah Halte Transjakarta di depan Gedung Sarinah.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT