Demo Mahasiswa di Depan Istana Negara Hari Ini, Simak Rekayasa Lalu Lintas Ini
TEMPO.CO | 08/10/2020 09:01
Sejumlah aktivis melakukan aksi di depan Istana Negara, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020. Dalam aksi ini para aktivis membawa sebuah karangan bunga yang bertuliskan "Turut berduka cita atas hilangnya kemanusiaan Presiden Jokowi." TEMPO/Muhammad Hidayat
Sejumlah aktivis melakukan aksi di depan Istana Negara, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020. Dalam aksi ini para aktivis membawa sebuah karangan bunga yang bertuliskan "Turut berduka cita atas hilangnya kemanusiaan Presiden Jokowi." TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi mahasiswa dari BEM Seluruh Indonesia akan menggelar demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, pagi ini, Kamis, 8 Oktober 2020. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan memberlakukan rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional di sekitar lokasi itu.

"Ketika terjadi kepadatan, pengalihan lalu lintas baru akan kami terapkan," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi, Kamis, 8 Oktober 2020. 

Demonstrasi mahasiswa di depan Istana Negara akan digelar mulai pukul 10.00 WIB. Koordinator Media BEM SI, Andi Khiyarullah mengatakan kemungkinan akan ada lebih dari 5.000 mahasiswa dari kurang lebih 300 kampus yang mengikuti aksi. "Kami masih menunggu kedatangan dari berbagai wilayah. Kalimantan, Sumatera, Sulawesi," kata Andi 

Berikut rencana pengalihan arus lalu lintas hari ini: 

  1. Arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya yang akan menuju Jalan Veteran III diluruskan ke lampu setopan Harmoni.

  2. Arus lalu lintas dari Jalan Medan Merdeka Timur yang akan menuju ke Jalan Medan Merdeka Utara dibelokkan ke kanan, ke Jalan Perwira.

  3. Arus lalu litas dari Jalan Ridwan Rais yang akan menuju ke Jalan Medan Merdeka Selatan diluruskan ke Jalan Medan Merdeka Timur.

  4. Arus lalu lintas dari Jalan MH Thamrin yang akan menuju ke Bundaran Patung Kuda dibelokkan ke kiri atau ke kanan ke Jl Kebon Sirih.

  5. Arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis yang akan belok kiri ke Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Fachrudin dan arus lalin dari Jalan Fachrudin yang akan belok kanan ke Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Abdul Muis

  6. Arus lalu lintas dari Jalan Tanah Abang II yang akan lurus ke Jalan Museum dibelokkan ke kiri maupun ke kanan

  7. Arus lalu lintas dari Jalan Majapahit yang akan belok ke kiri ke Jalan Museum diluruskan ke Jalan Abdul Muis

  8. Arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis yang akan belok kanan ke Jalan Museum diluruskan ke Jalan Majapahit.

  9. Arus lalu lintas dari Jalan Hayam Wuruk yang akan lurus ke Jalan Majapahit dibelokkan ke kiri ke Jalan Juanda

  10. Arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya yang akan belok ke kiri ke Jalan Majapahit diluruskan ke Jalan Suryo Pranoto maupun dibelokkan ke kanan Jalan Gajah Mada.

 

Sejak Senin, 5 Oktober lalu Aliansi BEM SI telah melakukan konsolidasi nasional membahas situasi di wilayah masing-masing. Mereka juga membicarakan rencana ke depan setelah RUU Cipta Kerja disahkan menjadi undang-undang.

Konsolidasi melibatkan perwakilan mahasiswa dari berbagai wilayah. Mulai dari Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Bali, dan Nusa Tenggara.

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT