Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Klaster Perkantoran Paling Berbahaya
TEMPO.CO | 07/10/2020 00:19
Wali Kota Bogor Bima Arya di Balaikota Bogor, Senin 14 September 2020. TEMPO/Raffi Abiyu
Wali Kota Bogor Bima Arya di Balaikota Bogor, Senin 14 September 2020. TEMPO/Raffi Abiyu

TEMPO.CO, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan klaster perkantoran paling berbahaya dalam penyebaran Covid-19. Klaster perkantoran ini menyebabkan Kota Bogor masih berstatus zona merah pada pekan ini.

Untuk menekan penularan Covid-19 dari klaster perkantoran, Bima Arya akan mengintensifkan sosialisasi dan edukasi penerapan protokol kesehatan di perkantoran. Menurut Bima, persentase penyebaran Covid-19 tertinggi di klaster perkantoran dan keluarga.


"Berdasarkan data harian penanganan Covid-19 Kota Bogor, klaster terbesar adalah keluarga, tapi ketika klaster keluarga ini dibedah lagi, komposisi terbesarnya adalah perkantoran dan luar kota," kata Wali Kota Bogor Bima Arya, Selasa 6 Oktober 2020.

Menurut Bima Arya, klaster keluarga kalau dibedah lagi, diperoleh komposisi data yang penting, yakni 32 persen penularannya di tempat kerja atau perkantoran. "Jadi, keluarga ini terpapar karena ada anggota keluarganya yang bekerja di perkantoran," katanya.

Komposisi penularan Covid-19 yang lain adalah, 29 persen penularan dari fasilitas kesehatan, dari luar kota 19 persen, dari pemukiman atau rumah tangga tujuh persen, restoran dan minimarket enam persen, dari acara keluarga empat persen, dan transportasi dua persen.

"Komposisi data ini menguatkan data kami sebelumnya, bahwa yang paling berbahaya saat ini adalah klaster perkantoran," ujar Bima Arya. 


Komposisi data yang akurat ini amat penting untuk menentukan kebijakan penanganan Covid-19 di Kota Bogor. "Dari data itu, terlihat komposisi tertinggi ada pada klaster perkantoran, sehingga sosialisasi dan edukasi akan diprioritaskan di perkantoran," katanya.

Menurut Bima, sosialisasi dan edukasi di perkantoran ini akan dilakukan oleh tim merpati, sedangkan penegakan disiplin oleh tim elang. Tim merpati yang beranggotakan tenaga kesehatan hingga tokoh agama bertugas memberi edukasi, sedangkan tim elang yang bertugas melakukan pengawasan, beranggotakan anggota HIPMI, karang taruna dan KNPI. 

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan temuan itu juga menunjukkan p
enularan Covid-19 di restoran, rumah makan, dan minimarket tidak tinggi, yang berarti penerapan protokol kesehatannya sudah lebih baik.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT