Bima Arya Minta 8 RS Kota Bogor Tambah Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid-19
TEMPO.CO | 03/10/2020 02:57
Bima Arya. dok.Pemkot Bogor
Bima Arya. dok.Pemkot Bogor

TEMPO.CO, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta delapan rumah sakit rujukan Covid-19 di Bogor menambah kapasitas tempat tidur mengantisipasi peningkatan kasus positif. Pekan ini Kota Bogor masih berada di zona merah.  

"Rumah Sakit PMI Kota Bogor menambah 19 tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19," kata Bima Arya setelah mendampingi Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Eddy Sumitro Tambunan mengunjungi Rumah Sakit Azra dan Rumah Sakit PMI, Jumat 2 Oktober 2020.

Rabu lalu, Bima Arya juga mengunjungi Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) dan Rumah Sakit Hermina untuk mengecek penambahan tempat tidur dan ruang rawat pasien Covid-19. RSMM menyiapkan lima kamar sedangkan RS Hermina menyiapkan 15 tempat tidur tambahan.

"Penambahan jumlah kasus positif Covid-19, jumlah pasien Covid-19 sembuh, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit, dan jumlah pasien Covid-19 yang meninggal, akan mempengaruhi status zonasi Kota Bogor, yakni merah, oranye, kuning, biru, atau hijau," katanya.

Pada hari Jumat, jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bogor bertambah 25 orang. Total kasus positif Covid-19 di Kota Bogor menjadi 1.306 kasus.



Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan dari 1.306 kasus tersebut, 897 kasus telah dinyatakan sembuh, 47 kasus meninggal dan 362 kasus dalam perawatan. Menurut Retno, berdasarkan jenis kelamin, pasien kasus positif yang sedang dalam perawatan adalah 193 kasus perempuan dan 169 kasus laki-laki.


Bima Arya mengatakan rumah sakit harus terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memperbaharui data pasien Covid-19. Dengan demikian, data yang disampaikan kepada Satgas Covid-19 Nasional hanya satu data.

Baca juga: BNN Tawarkan Pusat Rehabilitasi Lido Tampung Pasien Corona Bogor

Pada saat ini, tempat isolasi khusus di PPSDM BNN Lido telah terisi 11 pasien Covid-19 tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG). "Awalnya tidak mudah mengajak pasien ke Lido, tapi Pemkot Bogor terus melakukan pendekatan," kata Bima Arya.



REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT