KPK Sebut 288 Pegawai Mundur Sejak 2008 hingga 1 Oktober 2020
TEMPO.CO | 02/10/2020 20:29
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata bersama Juru bicara KPK, Ali Fikri (kanan), memberikan keterangan kepada awak, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 4 September 2020. 
TEMPO/Imam Sukamto
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata bersama Juru bicara KPK, Ali Fikri (kanan), memberikan keterangan kepada awak, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 4 September 2020. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat, sejak 2008 hingga 1 Oktober 2020, sebanyak 288 pegawai mengundurkan diri.

"Rinciannya adalah 6 orang di 2008, 13 orang di 2009, 17 orang di 2010, 12 orang di 2011, 12 orang di 2012, 13 orang di 2013, 18 orang di 2014, 37 orang di 2015, 46 orang di 2016, 26 orang di 2017, 31 orang di 2018, 23 orang di 2019, dan 34 orang di 2020," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata melalui konferensi pers daring pada Jumat, 2 Oktober 2020.

Khusus di tahun ini, kata Alex, ada delapan alasan yang dikemukakan pegawai ketika mengajukan surat pengunduran diri. Yaitu keluarga, situasi yang menjadi kurang kondusif karena Covid-19, kondisi hukum dan politik di KPK yang berubah, ingin mengembangkan usaha pribadi, hingga ingin mengembangkan karir di tempat lain.

"Kami menghargai dan menghormati keputusan para pegawai. Nah tapi tidak semua yang mengundurkan diri karena KPK sudah berubah, tetapi lebih banyak yang bersangkutan mendapat peluang mendapatkan karir di tempat lain. Mereka keluar baik-baik, melapor kepada pimpinan," ucap Alex.

Alex berharap, mereka yang telah dan akan keluar dari KPK, akan terus membawa dan menerapkan nilai-nilai KPK. "Kami berharap Mas Febri (mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah) atau yang lainnya tetap membawa nilai-nilai KPK. Kalau ada korupsi, silakan laporkan kepada kami," kata Alex.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT