DKI Targetkan Percepatan Pembangunan MRT Jakarta Fase 2
TEMPO.CO | 02/10/2020 17:40
(kiri ke kanan) Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim, Komisaris Utama MRT Muhammad Syaugi, dan Direktur Utama MRT William Sabandar saat meninjau pengerjaan proyek MRT Fase 2 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Agustus 2020. TEMPO/Lani D
(kiri ke kanan) Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim, Komisaris Utama MRT Muhammad Syaugi, dan Direktur Utama MRT William Sabandar saat meninjau pengerjaan proyek MRT Fase 2 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Agustus 2020. TEMPO/Lani Diana

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pemerintah bakal berusaha mencari terobosan untuk mempercepat pembangunan MRT Jakarta fase 2 Bundaran HI-Jakarta Kota.

Pemerintah akan menjalin kerja sama dengan negara lain yang memiliki kemampuan dan pengalaman sama membangun moda transportasi berbasis rel seperti MRT Jakarta.

“Untuk itu kami membutuhkan dukungan bantuan dari Pemerintah Jepang," kata Riza usai meninjau Pusat Kontrol Operasi di Depo Moda MRT Jakarta, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat, 2 Oktober 2020.

Riza menuturkan jadwal sementara pembangunan MRT fase dua ditargetkan selesai pada 2026. Namun karena pandemi berpotensi mundur ke tahun 2027.

"Buat kami ini sangat lama, kami akan melakukan terobosan-terobosan untuk melaksanakan ini. Kita tahu di banyak negara, MRT atau subway sebagai tulang punggung transportasi di perkotaan. Kami akan melakukan percepatan,” ujar dia.

Politikus Gerindra itu memastikan bakal mencari terobosan-terobosan baru untuk mempercepat pembangunan MRT Jakarta Fase 2A yang terdiri dari dua segmen. Segmen 1 menghubungkan Thamrin-Monas yang direncanakan akan selesai Maret 2025.

Sedangkan, segmen 2 menghubungkan Harmoni-Kota yang direncanakan akan selesai pada tahun 2026. Jarak antar stasiun dalam pembangunan tersebut mulai 0,6 kilometer sampai dengan satu kilometer.

Selain mempercepat pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, Riza juga mengapresiasi Protokol Bangkit yang diterapkan oleh Manajemen PT MRT Jakarta sejak Juni 2020 lalu. Protokol ini mengatur teknis penggunaan MRT Jakarta oleh masyarakat dengan memperhatikan standar kesehatan yang ketat selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yaitu Bersih, Aman, Nyaman, Go Green, Kolaborasi Inovasi Tata Kelola (Bangkit)

“Tadi juga kami mengecek semua pelaksanaan dari operasional MRT. Alhamdulillah kita sudah memiliki standar dunia, mulai dari ketepatan waktu, pelayanan, dan berbagai fasilitas dukungan ini jadi kebanggaan kita," kata Riza.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar, mengapresiasi kunjungan Wagub DKI Riza Patria ke pusat kontrol operasi tersebut. Pihaknya berkomitmen memperkuat koordinasi untuk percepatan pembangunan yang sedang berjalan.

“Kunjungan ini memperkuat koordinasi kami dengan kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi DKI yang telah diberlakukan saat ini maupun antisipasi ke depannya. Kami akan senantiasa melanjutkan dan memperkuat koordinasi tersebut,” kata William.

Pembangunan MRT Jakarta fase 2A segmen 1 Thamrin—Monas ditargetkan selesai pada Maret 2025, termasuk sistem perkeretaapian (railway system) dan rel (track) hingga pengoperasian kereta. Saat ini perkembangan pembangunan fisik mencapai 8,157 persen dengan kegiatan meliputi relokasi pohon, rekayasa lalu lintas di Jalan Thamrin, pembongkaran JPO BI, dan lain-lain.

Pembangunan proyek MRT Jakarta Fase 2A memiliki nilai penting dalam membangun pemulihan ekonomi nasional yang terdampak akibat pandemi. Diharapkan proyek ini dapat membantu upaya pemerintah untuk mengatasi pemulihan ekonomi nasional karena ada penyerapan tenaga kerja dan ahli, pembelian peralatan konstruksi, serta pembangunan infrastruktur.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT