Menlu Retno Marsudi Minta Inggris-ASEAN Kerja Sama Produksi Vaksin Covid-19
TEMPO.CO | 01/10/2020 05:01
Menlu Retno Marsudi dalam jumpa pers virtual pada Rabu, 30 September 2020. Kemenlu
Menlu Retno Marsudi dalam jumpa pers virtual pada Rabu, 30 September 2020. Kemenlu

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta negara ASEAN dan Inggris bekerja sama memastikan akses setara untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

“Ini untuk vaksin Covid-19 yang aman dengan harga terjangkau,” kata Retno seusai pertemuan virtual antara menlu ASEAN dan Menlu Inggris, Dominic Raab dalam jumpa pers virtual pada Rabu, 30 September 2020.

Retno mengatakan ASEAN dan Inggris juga harus memperkuat tata kesehatan global untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pandemi berikutnya di masa datang.

Pemerintah juga menyambut baik kontribusi Inggris terhadap Dana Respon ASEAN Covid-19 sebesar 1 juta poundsterling atau sekitar Rp19 miliar.

Indonesia juga berharap pengembangan calon vaksin Covid-19 di Inggris bisa membantu penyediaan vaksin yang setara.

Retno juga menyoroti kerja sama ekonomi Inggris dan negara ASEAN, yang terus meningkat sejak 2018.

“Upaya mengaktifkan rantai pasokan barang harus terus dilakukan sambil memperhatikan protokol kesehatan,” kata dia.

Retno meminta ASEAN dan Inggris meningkatkan kerja sama ekonomi di bidang UMKM.

Dalam pertemuan ini, Retno mengatakan pemerintah Indonesia meminta semua pihak baik ASEAN dan Inggris menjadi kekuatan dalam menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan.

“Saya menekankan pentingnya Inggris menjadi mitra ASEAN untuk mengedepankan prinsip dialog dalam menyelesaikan konflik secara damai,” kata Retno.

Sedangkan Menlu Inggris, Dominic Raab menyatakan dukungan untuk kerja sama internasional dan kemitraan.

Raab juga mendukung kerja sama riset pengembangan vaksin Covid-19 seperti yang terjadi antara Inggris dengan Indonesia, Vietnam dan Thailand.

Dia juga menyebut proses pengembangan vaksin Covid-19 oleh Astra Zeneca di Inggris masih berlangsung. Pemerintah setempat memberikan dukungan pendanaan untuk produksi vaksin ini.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT