Bos MRT Ungkap Minat Kontraktor di Proyek Fase 2A Rendah Akibat Pandemi Covid-19
TEMPO.CO | 01/10/2020 05:01
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar bersama anggota direksi menandatangani pakta integritas pembangunan MRT fase 2 di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Juni 2019. TEMPO/Lani Diana
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar bersama anggota direksi menandatangani pakta integritas pembangunan MRT fase 2 di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Juni 2019. TEMPO/Lani Diana

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta William Sabandar menyampaikan, tender paket CP202 proyek MRT Fase 2A gagal dua kali. Menurut dia, kontraktor menilai tingginya risiko mengambil proyek di masa pandemi Covid-19.

"Kontraktor merasa bahwa risiko proyek lebih besar dan dalam situasi Covid-19 seperti ini konsekuensi-konsekuensi yang harus dipikul oleh kontraktor juga cukup besar," kata dia dalam diskusi virtual, Rabu, 30 September 2020.

Baca Juga: Naik MRT, Penumpang Dilarang Pakai Masker Scuba Satu Lapis

William belum bisa memastikan apakah pengerjaan CP202 bakal molor. Sebab, PT MRT masih mengomunikasikan masalah ini dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).

PT MRT juga telah meminta bantuan Kementerian Perhubungan untuk berkoordinasi dengan pemerintah Jepang. BUMD itu menjadwalkan paket CP202 dimulai 1 Desember 2020.

Dia mengharapkan pemerintah Jepang ikut mendorong kontraktor asal Negeri Sakura berkontribusi di proyek MRT Fase 2A. Tujuannya mencegah pengerjaan proyek tertunda.

Hal itu mengingat pengerjaan MRT Fase 2A merupakan proyek strategis nasional Indonesia dan Jepang. Perjanjian kerja sama PT MRT dengan JICA juga mengharuskan kontraktor berasal dari Jepang.

"Seandainya kontraktor bisa di luar Jepang, mungkin ruang untuk berpartisipasi lebih luas," tutur dia.

PT MRT, William melanjutkan, juga menangkap indikasi rendahnya minat kontraktor di paket pengembangan sistem perkeretaapian dan rel (CP205) serta penyediaan kereta atau rolling stock (CP206). Salah satunya karena rute Fase 2A mengarah ke utara Jakarta yang melewati kawasan banjir.

Dia berharap pengadaan paket CP202 hingga CP206 tidak terhambat karena berkurangnya minat kontraktor Jepang.

"Sebenarnya kontraktor-kontraktor itu ada cuma bagaimana mereka diharapkan memberikan prioritas ke Indonesia. Jadi kalau mereka dapat proyek di negara lain kemudian Indonesia tidak diprioritaskan, ya susah," jelasnya.

Proyek MRT Fase 2A, yang melintang dari Bundaran HI-Kota, terbagi atas dua segmen. Segmen pertama adalah pengerjaan paket CP201 rute Stasiun Thamrin-Monas yang sudah dimulai September dan diproyeksikan selesai Maret 2025. Waktu pengerjaan segmen 1 sebenarnya molor lantaran pandemi Covid-19.

Segmen kedua, yakni pengerjaan CP202 hingga CP203 untuk rute Stasiun Harmoni-Kota. PT MRT menargetkan tahapan ini rampung Maret 2026.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT