Rencanakan 2.500 Kilometer Tol Baru, Bappenas Dorong Skema KPBU
TEMPO.CO | 01/10/2020 04:42
Ilustrasi jalan tol. dok.TEMPO
Ilustrasi jalan tol. dok.TEMPO

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) merencanakan pembangunan sekitar 2.500 kilometer jalan tol baru di Indonesia sampai 2024 mendatang.

"Bappenas sudah menyiapkan rencana pembangunan 2.500 kilometer jalan tol baru dalam 5 tahun ini, karena keterbatasan anggaran pemerintah mendorong skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha)," ujar Perwakilan Direktorat Pengembangan Pendanaan Pembangunan Bappenas Novi Andriani dalam kegiatan market sounding dua proyek KPBU yang disiarkan secara virtual Rabu, 30 September 2020.

Dua proyek KPBU yang ditawarkan pemerintah melalui Kementerian PUPR kali ini adalah proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi yang memiliki panjang 95,51 kilometer, dengan perkiraan nilai investasi Rp 19,35 triliun dan ditargetkan dapat dilaksanakan lelang pada kuartal IV 2020.

Proyek ini bertujuan menghubungkan wilayah dan mengakomodasi kendaraan dari Barat ke Timur dan sebaliknya, serta menghubungkan pelabuhan Gilimanuk ke Mengwi kemudian ke arah ibu kota Bali, Denpasar.

Kemudian untuk mengantisipasi arus lalu lintas setelah tersambungnya kawasan pariwisata strategis berdasarkan RTRW Bali 2009-2029 ke jaringan tol Gilimanuk-Mengwi. Serta menjadi jalur akses dari dan ke obyek pariwisata yang saat ini dikembangkan pemda Bali.

Sementara proyek penggantian dan atau duplikasi jembatan Callender Hamilton memiliki panjang total 3.038 meter dengan total 38 jembatan tersebar di Pulau Jawa. Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp 2,37 triliun dan ditargetkan juga bakal lelang pada kuartal IV 2020 mendatang.

Proyek ini bertujuan mendukung fungsi jalan sebagai tulang punggung pengembangan perekonomian regional yang diakibatkan oleh bangkitan (multiplier effect) dari preservasi maupun pembangunan jalan baru. Kemudian memfasilitasi sistem transportasi regional yang dapat diandalkan secara berkesinambungan. Serta menciptakan standar benchmark layanan jalan nasional yang lebih terukur.

Adapun menurut data Kementerian PUPR, pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla pemerintah telah membangun 1.298 kilometer jalan tol dan telah beroperasi selama kurun waktu 2015-2019.

Secara tahunan, ruas tol yang dioperasikan pertahun yaitu 2015 sepanjang 132 kilometer, 2016 sepanjang 44 kilometer, 2017 sepanjang 332 kilometer, 2018 sepanjang 450 kilometer, dan 2019 lalu sepanjang 516 kilometer.

Sementara untuk 2020 atau tahun ini, tercatat ruas tol yang telahdioperasikan mencapai 72,8 kilometer.

Selanjutnya pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo- KH Ma'ruf Amin, pembangunan jalan tol oleh Kementerian PUPR ditargetkan mencapai 2.724 kilometer.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT