BTN: Pengunjung Indonesia Properti Virtual Expo Minati Hunian di Jabodetabek
TEMPO.CO | 01/10/2020 00:42
Petugas menawarkan properti pada pengunjung dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, 16 November 2019. Dalam IPEX 2019 BTN membidik potensi transaksi KPR senilai Rp3 triliun. TEMPO/Fajar Januarta
Petugas menawarkan properti pada pengunjung dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, 16 November 2019. Dalam IPEX 2019 BTN membidik potensi transaksi KPR senilai Rp3 triliun. TEMPO/Fajar Januarta

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN mengungkapkan pengunjung pameran Indonesia Properti Virtual Expo 2020 banyak tertarik atau meminati perumahan di kawasan Jabodetabek.

"Berdasarkan data terakhir lokasi rumah yang diminati konsumen di kawasan Jabodetabek, mulai dari Bekasi, Tambora, dan Depok. Ini tiga lokasi perumahan yang sangat tinggi dikunjungi," ujar Vice President Non-Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division Bank BTN Suryanti Agustinar dalam konferensi pers daring di Jakarta, Rabu.

Selain itu dia menambahkan hunian di Jakarta banyak dikunjungi oleh pengunjung pameran properti virtual tersebut, terutama untuk hunian apartemen.

"Selebihnya pengunjung pameran virtual ini mengunjungi Tangerang, Bogor dan Bekasi," katanya.

Bank BTN bekerja sama dengan Adhouse Clarion Events melaksanakan Indonesia Properti Virtual Expo yang melibatkan pengembang komersil dan subsidi yang diikuti oleh 147 pengembang dengan lebih dari 300 proyek.

"Kami melihat pameran virtual ini menunjukkan bahwa banyak sekali yang ternyata memanfaatkan pameran virtual ini. Sampai dengan kemarin saja pengunjung pameran ini sudah hampir di atas satu juta pengunjung, berarti memang sudah banyak dilihat oleh masyarakat," kata Suryanti.

Selain itu peserta dari para pengembang Bank BTN cukup banyak sehingga pilihannya juga banyak. Pilihan yang ditawarkan beragam dalam pameran virtual ini, mulai dari rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sampai dengan rumah komersial (non-subsidi).

Dengan demikian konsumen dapat memilih rumah sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas dana yang dimiliki.

Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, Indonesia Properti Virtual Expo berniat untuk memperpanjang waktu penyelenggaraan sampai dengan 15 Oktober 2020 dengan harapan mendapatkan lebih lagi geliat interaksi dan transaksi pada expo tersebut yang elegan dan dekat bersama para masyarakat.

"Kami sengaja memang dengan Adhouse memperpanjang pameran virtual ini mengingat respons yang positif dari masyarakat, kami berharap pengunjung pameran virtual ini dapat bertambah lagi hingga menembus sampai dengan dua juta pengunjung," ujar Suryanti.

Selain itu perpanjangan pameran virtual ini merupakan permintaan dari para pengembang, karena mereka merasa pameran ini bisa menambah pembeli sehingga para pengembang menginginkan perpanjangan pameran ini hingga 15 Oktober 2020.

ANTARA
 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT