Rencana Holding BUMN, Stafsus Erick Thohir: Bank Syariah dalam Waktu Dekat
TEMPO.CO | 29/09/2020 07:14
Arya Sinulingga. ANTARA/Ismar Patrizki
Arya Sinulingga. ANTARA/Ismar Patrizki

TEMPO.CO, Jakarta - Staf khusus Menteri BUMN Erick Thohir, Arya Sinulingga, menyatakan penggabungan bank-bank syariah BUMN menjadi satu holding atau subholding bank syariah BUMN akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Dalam konsep yang terdekat adalah (penggabungan) bank syariah BUMN, itu dalam waktu dekat," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam diskusi daring di Jakarta, Senin malam, 28 September 2020.

Dengan begitu, kata Arya, bank syariah-bank syariah yang ada di bank-bank BUMN akan digabungkan menjadi satu bank syariah.

Erick Thohir sebelumnya pada awal Juli lalu pernah melontarkan rencana merger bank syariah yang dimiliki BUMN, seperti BRI Syariah, BNI Syariah, BTN Syariah, dan Mandiri Syariah. Ia mengaku sedang mematangkan  kajian penyatuan bank-bank syariah tersebut.

"Kita sedang kaji bank-bank syariah kita ini jadi satu semua, kita coba merger, insyaAllah Februari tahun depan (2021) jadi satu bank syariah," kata Erick dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Kingdom Business Community, Kamis malam, 2 Juli 2020.

Dengan penduduk Indonesia mayoritas muslim, Erick mengatakan potensi perbankan syariah masih sangat besar. Dia menuturkan, dengan keberadaan bank syariah memberikan opsi bagi masyarakat atau dunia usaha yang lebih nyaman menggunakan sistem syariah.

"Kenapa saya menginginkan merger syariah? Supaya ada alternatif, supaya jangan sampai Indonesia yang penduduk muslim terbesar tidak punya fasilitas itu," katanya.

Berdasarkan data OJK, pangsa pasar dari keuangan syariah terhadap sistem keuangan di Indonesia per April 2020 mencapai 9,03 persen dengan total aset keuangan syariah Indonesia, tidak termasuk saham syariah, mencapai Rp 1.496,05 triliun.

Posisi ini mengalami peningkatan dari posisi 2019 yang sebesar 8 persen Per April 2020. Pemerintah Indonesia menargetkan market share keuangan syariah mampu mencapai 20 persen pada rentang waktu 2023-2024.

Dari sisi perbankan, aset bank syariah masih tergolong rendah yakni sebesar 6,07 persen per April 2020 yang berasal dari 20 unit usaha syariah, 14 bank umum syariah, dan 163 BPR Syariah. Per April 2020, total aset perbankan syariah mencapai Rp 534,86 triliun.

ANTARA | EKO WAHYUDI

Baca: Wapres: Merger Bank Syariah BUMN Perkuat Perbankan Nasional


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT