Langgar Aturan Covid-19, Pemkot Surabaya Menutup Sejumlah Tempat Hiburan Malam
TEMPO.CO | 29/09/2020 00:25
Petugas gabungan saat melakukan operasi protokol kesehatan di salah satu tempat hiburan malam di Kota Surabaya, Jatim, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya
Petugas gabungan saat melakukan operasi protokol kesehatan di salah satu tempat hiburan malam di Kota Surabaya, Jatim, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya

TEMPO.CO, Surabaya - Sejumlah tempat hiburan malam di Kota Surabaya, Jawa Timur, dicabut izinnya karena melanggar Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menegaskan bahwa Perwali 33 Tahun 2020 ada ketentuan melarang pembukaan atau operasional tempat hiburan malam, seperti diskotik, karaoke, panti pijat, bar, dan spa.

"Makanya, tim Satgas COVID-19 yang melibatkan Satpol PP, Disbudpar, jajaran TNI/Polri melakukan pengawasan terhadap RHU ini, termasuk tempat hiburan malam ini," katanya, Senin 29 September 2020.

Sejumlah tempat hiburan malam masih ada yang beroperasi sehingga tim langsung menutup dan membubarkan serta memberikan peringatan kepada pengelola tempat hiburan malam itu.

Saat pengawasan kedua, lanjut dia, ternyata masih nekat membuka kembali sehingga dibubarkan lagi dan diberi tanda silang pelanggaran dari Satpol PP.

Setelah pihaknya melakukan pengawasan lagi, ternyata masih beroperasi. Atas rekomendasi dari tim pengawasan, termasuk dari TNI/Polri, dicabut izinnya.

Selanjutnya, Disbudpar mencabut tanda daftar usaha pariwisatanya. "Karena surat izinnya dicabut, mereka belum boleh beroperasi dahulu," kata Febri.

Menurut Febri, ketika izinnya dicabut, belum ada ketentuan batas waktu penutupannya. Dengan demikian, apabila pemilik usaha di Surabaya ingin membuka usahanya kembali, harus mengurus izin lagi dari awal.

"Jadi, mereka harus mengurus izin usahanya dahulu jika ingin membukanya lagi," katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT