Chevron Teken Perjanjian Investasi Transisi Blok Rokan
TEMPO.CO | 28/09/2020 21:17
VP Supply Export Operation PT. Pertamina (Persero), Agus Witjaksono (depan) dan rombongan meninggalkan terminal seusai meninjau proses lifting perdana minyak mentah (crude oil) di Terminal Oil Wharf No.1 Pelabuhan PT. CPI di Dumai, Riau, Selasa 15 Januari
VP Supply Export Operation PT. Pertamina (Persero), Agus Witjaksono (depan) dan rombongan meninggalkan terminal seusai meninjau proses lifting perdana minyak mentah (crude oil) di Terminal Oil Wharf No.1 Pelabuhan PT. CPI di Dumai, Riau, Selasa 15 Januari 2019. PT. Pertamina (Persero) melaksanakan lifting perdana minyak mentah jenis Sumatran Light Crude dan Duri Crude milik PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang dihasilkan dari Blok Rokan. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

TEMPO.CO, Jakarta -PT Chevron Pacific Indonesia menandatangani perjanjian untuk mengakselerasi investasi di wilayah kerja Rokan pada masa transisi hingga Agustus 2021. Kesepakatan tersebut ditandatangani antara Chevron dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada Senin, 28 September 2020.

"Perjanjian ini bersifat win-win bagi kedua pihak karena dengan adanya kejelasan pengembalian investasi maka harapannya produksi WK Rokan tidak menurun," ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto melalui siaran pers, Senin.

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhur Binsar Pandjaitan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, dan Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rosa Viviewn Ratnawati.

Dwi mengatakan guna mengoptimalkan tingkat produksi Blok Rokan selama masa peralihan, pemerintah perlu mengawal kelanjutan investasi sebelum kontrak kerja (KKS) WK Rokan berakhir pada Agustus 2021.

Untuk itu, dibutuhkan head of agreement dan amandemen KKS WK Rokan yang berisi ruang lingkup kegiatan pengeboran dan pengembalian biaya investasi pada akhir masa KKS, serta biaya pencadangan abandonment and site restoration yang belum diatur secara jelas dalam KKS generasi tersebut.

Perjanjian tersebut memungkinkan Chevron untuk memulai kegiatan pengeboran WK Rokan sebelum berakhirnya masa kontrak.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa pihaknya akan terus memonitor pelaksanaan kegiatan tersebut secara periodik guna memastikan komitmen seluruh pihak berjalan sesuai dengan kesepakatan, khususnya kepastian pelaksanaan kegiatan pengeboran yang akan dimulai pada November 2020.

"Komitmen PT CPI dan SKK Migas dalam melaksanakan ketentuan dalam perjanjian tersebut sangat diharapkan dapat direalisasikan dalam memenuhi capaian target produksi dan penerimaan negara sesuai dengan Asumsi Makro APBN 2021," katanya.

Presiden Direktur Chevron Pacific Indonesia Albert Simanjuntak mengatakan bahwa WK Rokan merupakan fondasi industri energi yang telah memberi kontribusi yang signifikan untuk negara dalam beberapa dekade terkahir.

Setelah perjanjian itu, perusahaan akan bekerja sama dengan SKK Migas untuk menyelesaikan detil implementasi dalam beberapa pekan ke depan untuk menunjang dimulainya kegiatan pengeboran.

BISNIS

Baca juga: Transisi Blok Rokan, Chevron Berpeluang Ngebor Lagi Sampai 2021


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT