Harga Sewa Helikopter Firli Bahuri Rp 7 Juta, MAKI Duga Ada Unsur Gratifikasi
TEMPO.CO | 26/09/2020 14:43
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jakarta, Selasa 25 Agustus 2020. ANTARA/Benardy Ferdiansyah
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jakarta, Selasa 25 Agustus 2020. ANTARA/Benardy Ferdiansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Antikorupsi Indonesia ragu harga sewa helikopter Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri adalah Rp 7 juta per jam. Menurut MAKI, harga sewa helikopter yang digunakan Firli berkisar di harga Rp 35 juta.

“Ketika masa Corona pun setahu saya helikopter sejenis atau di bawahnya itu sekitar Rp 35 juta, jadi kalau harga sewanya Rp 7 juta itu tidak masuk akal,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman, di Jakarta, Jumat, 25 September 2020.

Boyamin menduga harga yang diperoleh Firli itu adalah harga diskon. Boyamin mengatakan sudah meminta Dewan Pengawas untuk mendalami dugaan harga diskon itu. Karena, kata dia, pemberian diskon kepada penyelenggara negara bisa dikategorikan gratifikasi. “Tidak masuk akal dan diduga ada diskon di situ,” ujar dia.

Selain itu, Boyamin juga sudah meminta Dewan Pengawas untuk menyelidiki dugaan konflik kepentingan dalam kasus helikopter Firli tersebut. Sebab, Ia menengarai pemilik helikopter terafiliasi dengan perusahaan yang tengah berperkara di KPK. “Waktu diperiksa saya sudah meminta untuk didalami kedua hal itu, tapi sayangnya Dewas belum mendalami,” kata dia.

Sebelumnya, Dewan Pengawas menjatuhkan sanksi ringan kepada Firli dalam kasus pelanggaran kode etik bergaya hidup mewah karena menggunakan helikopter. Dalam putusannya, Dewas KPK menyebutkan bahwa harga sewa helikopter yang digunakan Firli adalah Rp 7 juta perjam.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT