Rakor Komite Covid-19, Mentan Jamin Stok Beras Cukup Sampai Akhir Tahun
TEMPO.CO | 25/09/2020 19:30
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) bersama Bupati Blitar melakukan tanam jagung di Desa Maliran Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, Kamis (13/8/2020).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) bersama Bupati Blitar melakukan tanam jagung di Desa Maliran Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, Kamis (13/8/2020).

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Yasin Limpo sampaikan data ketersediaan beras di tahun 2020 pada Rapat Koordinasi Pimpinan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Kementerian Lembaga 2020. Ia menjamin stok beras bisa memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun ini.

"Dengan stok yang ada, maka sampai akhir tahun kita memiliki stok beras yang cukup," kata Syahrul dalam keterangan tertulis, Jumat, 25 September 2020.

Syahrul mengatakan bahwa pada Musim Tanam I dari bulan Januari ke Juni 2020, ada 23 juta ton beras carry over. Adapun konsumsi beras masyarakat sekitar 15 juta ton. "Alhamdulilah stok Juli Agustus itu ada 7,83 juta ton beras."

Terkait dengan Musim Tanam II, Mentan menjelaskan mengejar produksi pada lahan eksisting seluas 7,5 juta hektar, dengan keadaan lahan yang sudah tertanam 87 persen, dan perkiraan menghasilkan kurang lebih 15 juta ton.

Syahrul mengatakan bahwa proses produksi yang berjalan ini membutuhkan penyerapan produksi beras secara masif. Hal ini penting, menurut dia, agar kestabilan harga saat panen tetap terjaga.


"Musim panen biasanya harga menurun, dan kita harus intervensi. Kita harus mempersiapkan daya serap kita, tidak cukup hanya dengan Bulog, tapi dengan sinergi kementerian lain, dan seperti BUMN ada Berdikari, Pertani dan yang lain," ujar Syahrul.

Untuk perkembangan komoditas pertanian yang lainnya, seperti jagung, hortikultura, daging ayam dan telur, Syahrul mengklaim, bahwa program telah sesuai harapan dan target perencanaan.

Terkait dengan dukungan pembiayaan bagi petani, selain dana APBN, Mentan menyebutkan pertanian mendapatkan dukungan KUR pendampingan sebanyak Rp 34,2 triliun. Ia berharap agar ke depannya akan ada penguatan dukungan KUR dari Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Menko Bidang Perekonomian.

Baca juga: Heboh Soal Beras Plastik, Bulog Jamin Kualitas Beras Bansos


CAESAR AKBAR


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT